Walaupun awalnya ragu, tawaran Peter Jackson untuk berperan sebagai Tauriel dalam film The Hobbit, tak ditampik oleh Evangeline Lilly. Sebagai Tauriel, ia harus siap melompat, melempar pisau, dan memanah Orcs and Goblins bersama lawan mainnya, Orlando “Legolas” Bloom.
Latihan berperang menggunakan pisau belati dan panah memang telah dijalaninya, namun adegan memutar belati di tengah peperangan sempat membuatnya kewalahan. “Saya adalah orang yang mampu bergerak secara naluriah dalam kegiatan fisik, tetapi ketika saya harus menggunakan keterampilan yang baru saja dilatih itu di tengah sebuah peperangan, ternyata cukup merepotkan.”
Tidak itu saja, menghafal naskah dalam bahasa Elvish pun harus ia jalani dengan cepat. “Setiap hari terdapat perubahan naskah, sehingga kami hanya punya waktu sedikit untuk menghafalkannya, namun kali ini dalam bahasa Elvish.” Untungnya Peter Jackson adalah seorang sutradara yang riang dan menyenangkan, sehingga berada di bawah arahannya sungguh membuat Lilly merasa nyaman menjalankan aktingnya.
Sejak belia pula, Lilly telah tertarik bidang kemanusian. Penyuka olahraga sepak bola ini pun menjadi sukarelawan untuk projek kemanusiaan sejak usia 14 tahun. Di usia 18 tahun, ia bergabung bersama rombongan misionaris dan terbang ke Filipina selama 3 minggu. Saat memasuki dunia kampus, ia mendirikan dan menjadi pengurus komite pembangunan dunia dan hak asasi di kampusnya.
Lilly menjalani masa kuliahnya dengan membagi waktunya untuk bekerja agar dapat terus melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Menjadi guru sekolah minggu, pelayan restauran, montir hingga pramugari dilakoninya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah di jurusan International Relations di University of British Columbia.
Dalam kondisi keuangan yang sangat terbatas, seorang agen modeling, menawarkan peran dalam iklan niaga juga peran figuran untuk film TV “Smallville” dan “Kingdom.” Tak lama setelah itu, seorang temannya mendorong Lilly untuk mengikuti casting sebuah serial science fiction mistery berjudul “Lost” karya sutradara J.J Abrahams dan ia berhasil berperan sebagai Kate Austen, mengalahkan 75 calon lainnya. Berkat perannya ini, ia melambung dan bergabung dalam jajaran selebritas lainnya. (f)