Belakangan ini olahraga freeletics sedang banyak dibicarakan orang. Saya penasaran, seperti apa prinsipnya?
Menurut pakar kebugaran dan nutrisi, Jansen Ongko, MSc, RD, konsep freeletics sebenarnya mirip cross fit, brand yang dikembangkan perusahaan kebugaran. Bedanya, cross fit masih menggunakan alat seperti kettlebell, rowing machine, plyo box, dan barbell dalam program latihannya, sementara freeletics hanya menggunakan berat badan tubuh sebagai beban. Gerakan seperti burpees, push-ups, dan squats jadi variasi gerakan utama di program mereka. Selain program latihan, freeletics juga memiliki diet plan.
Meski tergolong program latihan berintensitas tinggi, variasi gerakan dalam freeletics disusun berdasarkan kemampuan masing-masing orang, dari mudah hingga sulit, sehingga relatif aman bagi pria maupun wanita. Tiap variasi gerakan dilakukan dalam tempo cepat dan repetisi tinggi sebelum berpindah ke variasi gerakan berikutnya. Durasi suatu program biasanya memakan waktu 30-40 menit.
Olahraga berintensitas tinggi juga tidak dapat langsung dilakukan oleh orang berusia lanjut, terutama yang memiliki masalah jantung, juga anak-anak. Untuk mencegah cedera, panduan dari instruktur kebugaran sangat disarankan.(f)