Health & Diet
Mencoba Latihan Freeletics

15 Jun 2015


Belakangan ini  olahraga freeletics sedang banyak dibicarakan orang. Saya penasaran, seperti apa prinsipnya?

Menurut pakar kebugaran dan nutrisi, Jansen Ongko, MSc, RD, konsep freeletics sebenarnya mirip cross fit, brand yang dikembangkan perusahaan  kebugaran. Bedanya, cross fit masih menggunakan alat seperti kettlebell, rowing machine, plyo box, dan barbell dalam program latihannya, sementara freeletics hanya menggunakan berat badan tubuh sebagai beban. Gerakan seperti burpees, push-ups, dan squats jadi variasi gerakan utama di program mereka. Selain program latihan, freeletics juga memiliki diet plan.

Meski tergolong program latihan berintensitas tinggi, variasi gerakan dalam freeletics disusun berdasarkan kemampuan masing-masing orang, dari mudah hingga sulit, sehingga relatif aman bagi pria maupun wanita. Tiap variasi gerakan dilakukan dalam tempo cepat dan repetisi tinggi sebelum berpindah ke variasi gerakan berikutnya. Durasi suatu program biasanya memakan waktu 30-40 menit.

Advertisement
Kelebihan dari latihan berintensitas tinggi adalah banyaknya kalori yang terbakar dalam waktu singkat. Namun, kekurangannya, kerap berisiko mengundang cedera bila gerakan tidak dilakukan secara sempurna karena harus mengejar waktu sesuai instruksi dan competitiveness antarteman latihan. Gerakan berulang-ulang juga bisa berbahaya kalau badan belum beradaptasi, apalagi bagi pemula yang jarang berolahraga.

Olahraga berintensitas tinggi juga tidak dapat langsung dilakukan oleh orang berusia lanjut, terutama yang memiliki masalah jantung, juga anak-anak. Untuk mencegah cedera, panduan dari instruktur kebugaran sangat disarankan.(f)






 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?