Food Trend
Lebih Dekat Dengan Teh Kemasan

3 Jul 2014


Walau tak punya ritual khusus nge-teh seperti di Inggris atau Jepang, masyarakat Indonesia sangat akrab dengan teh. Tak jarang, setiap waktu makan ditemani dengan tegukan dari es teh manis, teh tawar, atau teh hangat.
Banyaknya peminum teh, juga turut mengundang ide dari produsen makanan dan minuman untuk menyajikan teh kemasan. Niat untuk memberi kepraktisan pada konsumen nyatanya tak sesimpel prosesnya. Bila salah mengolah bisa-bisa tidak dilirik konsumen. “Hal yang perlu diingat dalam teh kemasan adalah menjaga cita rasanya tetap getir namun segar. Ini juga sebagai tanda penggunaan daun teh asli,” tutur Ratna Soemantri, pendiri komunitas pecinta teh dalam perkenalan Teh Gelas kemasan botol di acara The Masterpiece of The Latest Technology, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Advertisement
Agar hasilnya maksimal, Ratna juga menyarankan untuk memetik 3 daun pucuk sebelum fajar. Serta hindari memetik disaat hujan. “Langkah tersebut menjaga kandungan polifenol dan antioksidan yang banyak di dalam teh,” tambah Ratna.
Teknologi yang digunakan juga turut mempengaruhi kualitas. Saat ini, teknologi cold filling dinilai cocok diaplikasikan pada teh kemasan. “Tahapnya antara lain, pertama teh harus melalui proses UHT (ultra high temperature) yakni dipanaskan dalam suhu 140º C dalam waktu singkat. Kemudian didinginkan pada suhu 25º C, lalu segera dikemas,” tutup Dicky Susanto, CEO Orang Tua Group. (ARIA NOVITASARI/FOTO AN)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?