Eksotisme hidangan salah satu negeri Indocina ini selalu sukses menjadi daya jual. Bila tertarik untuk mengenalinya, jangan lewatkan kesempatan untuk belajar masak di Vietnam Cookery Center. Tempat kursus yang sudah ada sejak tahun 1999 ini menempati sebuah gedung tua bergaya Prancis di jantung Kota Ho Chi Minh. Berbagai hal tentang kuliner Vietnam autentik diajarkan di sini.
Dalam satu hari tempat ini membuka kelas pagi dan sore. Tiap sesi berlangsung selama 4 jam dengan 5 jenis masakan. Bila punya waktu banyak, akan lebih asyik ikut kelas pagi, karena sebelum memasak, peserta diajak blusukan ke pasar Ben Thanh yang berada di distrik 1 Kota Saigon.
Di dalam pasar yang jadi ikon wisata Vietnam itu, Anda bisa berkenalan dengan bumbu, sayuran, dan rempah daun unik, seperti saranae (daun mint), rak phak chi (daun ketumbar), atau kraphao (kemangi). Sejumlah bumbu siap pakai khas lainnya di antaranya kecap ikan nam plaa atau naam phrik kapi (semacam sambal terasi), juga diperlihatkan. Rasa penasaran terpuaskan ketika pemandu wisata bercerita lebih detail tentang bahan-bahan ini. Sebelum lupa waktu di pasar, peserta pun kembali ke tempat kursus. Sampai di kelas, hasil belanjaan diracik dengan teknik hands-on. Melalui praktik langsung, tentu akan lebih membekas di benak peserta dan saat mencoba lagi di rumah akan jauh lebih mudah. Beberapa yang dipelajari antara lain Cha Gio (lumpia isi daging babi atau seafood), Pho Bo (beef noodle soup), Com Hap Gung (nasi aroma khas jahe), atau Khoi Mi Hap Nuoc Cot Dua (singkong dengan siraman santan).
www.vietnamese-cooking-class-saigon.com
Harga: ± US$39
THAILAND
Saat berkunjung ke negeri Gajah Putih, sempatkan mengamati trik membuat kea sa lak, dalam bahasa Thailand berarti ukiran buah dan sayur. Kesenian yang diwariskan turun-temurun sejak 700 tahun silam itu memang sudah lama ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai salah satu unsur kebudayaan Thailand yang pantas dilestarikan.
Namun, karena proses mengukir ini butuh ketelatenan, hampir tiap tempat kursus carving buah dan sayur di sini mematok waktu belajar hingga lima hari. Siam Carving Academy, Bangkok, menjadi salah satu tempat belajar carving yang sudah mencetak beberapa pengukir andal. Sang guru, Carver Wan Hertz, pemenang Watermelon Carving Cup tahun 2008, Brasil, tak pelit mentransfer ilmu kepada tiap muridnya.
Tak perlu panik bila kelas sebagian besar diisi oleh para profesional di industri jasa boga, seperti chef atau food stylist. Sebagai pemula, cukup menyiapkan diri untuk ‘bertahan’ di dalam kelas yang penuh dengan pertanyaan kelas berat. Awalnya, cukup membuat dahi berkerut. Tapi, jawaban gamblang dari Wan (sapaan akrab Carver Wan Hertz) seputar teknik carving dijamin membuat Anda lebih cepat ketularan pintar.
Setiap hari teknik yang diajarkan berbeda dan beranjak sulit. Hari pertama kursus, Anda hanya akan diajari memegang pisau. Terdengar sepele. Namun, inilah kunci keluwesan tangan Anda dalam mengukir dari segala sudut. Hari berikutnya hingga akhir waktu kursus, bunga sederhana seperti dahlia, pepaya, dan labu yang diubah menjadi kelopak mawar, serta ukiran kapal atau burung, menjadi objek kreativitas Anda.
www.siamcarvingacademy.com
Harga: Atas permintaan
KOREA SELATAN
Korean fever memang bikin decak kagum, terlebih bagi yang pernah merasakan kulinernya. Ciri khas masakan yang asam segar memang cocok di lidah orang Indonesia. Jangan hanya mencoba di restoran, yuk racik sendiri makanan khas Negeri Ginseng ini dengan berguru di O’ngo Food Communications, Seoul.
Tak perlu khawatir akan kendala bahasa. Tingginya minat wisatawan yang ingin belajar di sini membuat komunikasi pun dilakukan dalam bahasa Inggris. Bagi pemula, disarankan mengambil program Beginner Level Class. Program yang terdiri dari dua sesi itu hanya berisi materi dua masakan Korea dengan tingkat kesulitan ‘mudah’. Resepnya antara lain bulgogi (tumis daging Korea), kimchi (acar sayuran Korea), pajeon (dadar telur isi bawang daun), hingga dolsot bibimbap (nasi campur Korea).
Kelas dimulai dengan menonton pengajar mendemokan cara memasak. Setelahnya, Anda diberi kesempatan untuk mencoba dan mencicipi langsung hasilnya. Di sesi ini lahir banyak pertanyaan. Peserta makin penasaran bila rasa dan rupa masakannya tak sama dengan pengajar atau sesama peserta. Seru! Jangan dulu beranjak pulang sebelum Anda mengikuti sesi tur ke pasar-pasar tradisional dan mencicipi street food di sekitar Seoul.
www.ongofood.com
Harga: 55.000 won–100.000 won
JEPANG
Tak terbayangkan bagaimana rasanya memasak bersama sahabat di dapur dengan pemandangan Gunung Fuji yang indah. Suasana inilah yang bisa Anda temukan bila bergabung di dalam A Taste of Culture, Tokyo, tempat kursus asuhan Elizabeth Andoh yang juga menjadi destinasi favorit pelancong.
Sang guru, Andoh, yang berdarah Amerika, sangat mencintai budaya makan Jepang, dan selalu terbuka terhadap murid-muridnya. Semua ilmu yang dipunya, dibagikan dengan senang hati. Dari perkenalan alat masak tradisional, bahan baku lokal, perencanaan menu, teknik memasak, hingga menyajikan makanan gaya Jepang dituangkan secara detail.
Tak ketinggalan sesi tip mengolah kudapan khas Negeri Sakura yang autentik dengan bahan dan alat terbatas di tiap rumah. Sesi ini lahir berkat masukan dari mantan muridnya yang kesulitan menghidangkan makanan Jepang setiba di negara asalnya.
Karena tiap kelas hanya menampung 8 hingga 12 orang dan mengingat penggemarnya tak pernah sepi, ada baiknya Anda mendaftar jauh-jauh hari. Sebelum pulang, sempatkan untuk membeli buku masak karya Elizabeth, seperti Washoku, Kansha, atau Kibo.
www.tasteofculture.com
Harga: ¥ 5.000 - ¥ 12.000
AMERIKA SERIKAT
Gugurkan dulu pendapat bahwa mengolah cokelat itu sulit. Di Barry Callebaut Chocolate Academy, Chicago, Anda akan diajak mengulik cokelat.
Mengingat saat praktik banyak menggunakan peralatan berat, maka pesertanya dibatasi mulai usia 18 tahun. Tiap sesi biasanya memakan waktu 2 – 3 hari. Bila Chicago bukan tujuan liburan Anda kali ini, Chocolate Academy juga telah dibuka di beberapa negara, seperti Singapura, India, Cina, dan Prancis.
www.chocolate-academy.com
Harga: Atas permintaan
AUSTRALIA
Bila sebelumnya Anda hobi meneguk espresso di kafe favorit, tak ada salahnya bila belajar bikin sendiri di rumah. Saat membuka situs The Coffee Academy, Sydney, Anda akan menemukan jadwal kursus yang tersusun rapi hingga tahun depan. Tersedia semua program di kota yang booming dengan coffee culture ini, mulai dari pemula hingga profesional. Jadi, jangan kaget bila Anda bertemu dengan barista beken di sini.
Bagi pemula, disarankan mengambil program ABC of Espresso Making. Kelas ini adalah pengantar bagi Anda untuk berkenalan dengan espresso, mulai dari pengetahuan bahan, budi daya kopi, pengolahan biji kopi, proses pemanggangan, blending, hingga penyajian.
Mengingat harga mesin kopi cukup menguras kantong, peserta juga diberi sesi khusus untuk mengenal mesin lebih dekat. Bukan itu saja, susu sebagai campuran minuman kopi juga dibahas tersendiri karena susu memegang peranan penting dalam segelas latte atau moccachino.
Selesai menimba ilmu, sertifikat dilayangkan untuk Anda sebagai tanda kelulusan. Liburan selanjutnya, silakan mengikuti kelas dengan tingkat yang lebih tinggi.
www.shortcourses.angliss.edu.au/coffee-academy
Harga: Atas perminataan.
SINGAPURA
Femina justru datang ke rumah tinggal sang pengajar, Ruqxana Vasanwala, untuk belajar masak. Hangatnya setting rumah langsung bikin betah. Wanita yang dulunya penggelut TI ini punya selera unik dalam menata interior rumah, dari area makan di teras depan, ruang tengah, hingga dapur terbuka di area belakang. Dominasi pernik Peranakan dan India tertata natural, menciptakan warna-warni memikat.
Tempat yang direkomendasikan Lonely Planet dan Singapore Tourism Board ini memiliki suasana kelas yang intim. Ruqxana ngobrol layaknya teman. “Mau berapa banyak sambal belacan yang kamu inginkan dalam Nonya Laksa ini? Boleh banyak jika kuat pedas!”. Namun walau relaks, ada aturan main yang harus diikuti. Misalnya, nguleg bumbu laksa secara manual. Femina sampai tergopoh-gopoh melakukannya di lantai. “Harus sampai halus!” tekannya. Sesi yang pastinya mengundang tawa bagi turis Barat yang awam akan ini.
Sembari menggoreng ‘kulit’ untuk camilan Peranakan Kueh Pie Tee, wanita bersertifikat Wilton School, Amerika Serikat, ini menjelaskan bahwa programnya bisa termasuk jalan-jalan ke pasar, kebun organik Lim Chu Kang, hingga masak di rumah Melayu berumur 100 tahun di Pulau Ubin. Website-nya menyertakan info detil jadwal dan materi kelas. Beberapa tanggal yang sudah dipesan untuk kelas privat juga tertera. Memudahkan bagi turis ingin mencocokkannya ke jadwal liburan!
www.cookerymagic.com
Harga: a.l. SGD 75-SGD110 (Daily Home Cooking Class)
LE CORDON BLEU, PENCETAK CHEF ANDAL
Meningkatnya pamor sekolah atau kursus masak akhir-akhir ini bukanlah fenomena baru. Lebih dari 100 tahun lalu perhatian dunia pada pendidikan kuliner formal sudah mulai terbentuk. Salah satunya Le Cordon Bleu, sekolah masak asal Prancis yang sejak tahun 1895 sudah menggembleng anak muda di negeri itu agar lebih lihai memasak di dapur.
Sederet nama alumni, seperti Giada De Laurentiis, Nancy Silverton, James Peterson, dan Ming Tsai, cukup membanggakan sekolah tersebut dengan segudang prestasi di kancah kuliner dunia. Nama-nama ini juga yang menjadi panutan para pemasak muda dunia untuk menimba ilmu di sini. Alhasil, sekolah kuliner tertua di dunia itu pun kerap melebarkan sayap ke berbagai negara tiap tahunnya.
Kini, sudah ada 40 sekolah yang tersebar di 20 negara, salah satunya Sunway Le Cordon Bleu Institute of Culinary Arts, Kuala Lumpur, Malaysia. Walau jauh dari negeri asalnya, Le Cordon Bleu yang satu ini tetap berkualitas. Buktinya, tiap tahun ajaran baru hanya tersedia 16 kursi sehingga tiap siswa bisa dibimbing secara intensif.
Ada dua program pilihan, yaitu Diplôme de Commis Cuisinier dan Diplôme de Commis Pâtissier. Butuh waktu 9 bulan untuk lulus dalam tiap program dan mendapatkan Certificat de Commis de Cuisine dan Certificat de Commis de Pâtisserie. Dua sertifikat itu bagai tiket emas untuk meluncur ke dapur internasional.
Femina sempat merasakan kelas pastry di Demo Kitchen. Di kelas itu, siswa menonton dosen mendemokan resep yang akan dipraktekkan setelahnya. Tiap langkah dan perlakuan yang diberikan pada makanan diberi penjelasan detail.
"Bila belajar di sini, jangan pernah berharap kami sekedar memberikan resep. Di sini kami mendidik para siswa untuk memasak dengan teknik yang tepat," tegas Franck Bruwier, Technical Director and Cuisine Chef Instructor. Femina kebanjiran tip mengolah Quice Lorraine, termasuk membuat kulit pie yang renyah.
"Jangan pernah salahkan buku resep bila hasilnya tak sempurna, sebab banyak teknik yang tidak bisa diceritakan detail. Di sinilah peran kami, karena memasak itu bukan sekadar menjadikan makanan matang," tambahnya. Sesi selanjutnya beralih ke Pastry Kitchen.
Jika hanya punya waktu sempit selama liburan, tersedia juga short course, tiap Sabtu, selama 8 jam dengan 2 resep pilihan. Tak perlu ragu akan kualitasnya. Program kilat ini juga menggunakan fasilitas dan teknik belajar yang sama pada siswa reguler. Dengan biaya RM 8.500 Anda menjadi siswa sekolah masak kenamaan selama sehari.
ARIA NOVITASARI.