Sekian tahun lalu, memasak jamur adalah hal yang masih hanya sesekali dilakukan. Kini, jamur lokal dan jamur impor dari Tiongkok bisa saja berpindah dari rak berpendingin di supermarket ke rak belanja Anda. Jamur ada di mana-mana karena semua sudah paham akan rasanya yang gurih alami, plus beraroma khas! Dipanggang begitu saja dengan olesan minyak zaitun, dicincang untuk pizza atau pasta, bahkan ditumis ala masakan Sunda, aaahh… lezat.
Secara komersial, jamur dikelompokkan ke dalam tiga jenis: jamur segar, jamur kering, dan jamur kalengan. Walaupun masih satu keluarga, berbagai jamur ini memiliki karakteristik bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda-beda.
JAMUR SHIMEJI
Berwarna putih bersih dan berbentuk seperti rumpun mekar, ujungnya berbentuk payung kecil berwarna cokelat dengan tekstur yang lembut.
Cita rasanya gurih dan sedap. Sebelum dimasak, pisahkan tiap batang jamur dari pangkalnya. Cocok diolah untuk sup, tumisan, dan bahan adonan isi hidangan.
_____________________________________________________
JAMUR KUPING
Bentuknya menyerupai kuping, berwarna hitam kecokelatan, tipis dengan bagian pinggir yang agak bergelombang. Dalam bentuk kering, jamur ini rasanya renyah. Sebelum dimasak, rendam terlebih dahulu dalam air panas selama 15 menit hingga daging jamur mengembang dan lunak. Kalau jamurnya segar, bisa langsung diolah. Cocok diolah untuk sup, kimlo, tekwan, atau dicampur dengan ayam dan babi sebagai isian pangsit.
________________________________________________________________
JAMUR KANCING
Ada yang menyebutnya button, ada juga yang menyebutnya champignon. Bentuk jamur ini bulat dengan batang yang pendek. Bagian permukaannya berwarna putih, sedangkan bagian dalamnya berwarna cokelat kehitaman.
Umumnya dijual dalam bentuk segar. Sebelum dimasak, jamur ini tidak perlu dicuci maupun dikupas. Cukup dilap menggunakan kain basah. Cocok diolah untuk saus steak, casserole, atau salad.
_________________________________________________________
JAMUR ENOKI
Bentuknya seperti kecambah, bertangkai panjang dan bulat pada bagian ujungnya. Warnanya putih kekuningan. Aroma dan rasanya khas.
Biasa digunakan untuk hidangan Jepang. Sebelum dimasak, buang dulu bagian pangkalnya. Jamur ini juga bisa dikonsumsi dalam keadaan mentah. Cocok diolah untuk shabu-shabu, salad, atau tumisan bersama seafood.
_____________________________________________________________
JAMUR PORTOBELLO
Berbentuk seperti payung. Permukaan bagian luarnya berwarna cokelat, permukaan dalamnya berwarna hitam. Bila dibelah, bagian dalamnya berwarna putih dan teksturnya lembut seperti kapas.
Sebelum dimasak, lap bagian payungnya menggunakan kain bersih yang dibasahi. Cocok diolah untuk salad, barbecue, sup, atau campuran cake.
___________________________________________________________________
JAMUR SHIITAKE
Disebut juga jamur hioko. Bentuknya bulat bertangkai dan berwarna cokelat. Banyak dipakai dalam hidangan Jepang dan Cina. Sebelum dimasak, sisihkan dulu tangkainya.
Cocok diolah sebagai pengganti daging untuk para vegetarian, topping pizza/ pasta, ditumis, atau untuk saus steak.
_______________________________________________________________
JAMUR MERANG
Jamur ini tumbuh di atas merang atau jerami padi. Bentuknya bulat dan permukaannya berwarna putih kecokelatan, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Jamur ini biasa dijual dalam keadaan segar.
Sebelum dimasak, bersihkan bagian yang kotor dengan menggunakan lap bersih kering. Cocok diolah untuk topping mi ayam, pepes, atau sup jamur.
______________________________________________________________
JAMUR TIRAM
Berwarna putih dengan tekstur yang kenyal. Dijual dalam bentuk kuncup dan sudah mekar. Berbentuk seperti lembaran bertangkai. Sebelum dimasak, tidak ada perlakuan khusus untuk jamur ini, karena bisa langsung digunakan.
Cocok diolah sebagai pengganti daging untuk para vegetarian. Bisa juga untuk barbecue, tumisan, digoreng dengan tepung, atau dibuat sup.
_________________________________________________________________
JAMUR PUTIH
Keras dan berbentuk seperti karang laut. Berwarna putih dengan bagian pangkal berwarna kekuningan. Hindari jamur yang sudah berwarna kekuningan. Warna tersebut mengindikasikan bahwa jamur sudah terlalu lama disimpan.
Sebelum dimasak, rendam terlebih dahulu dalam air panas selama 15 menit hingga daging jamur mengembang dan lunak. Cocok diolah untuk sup, minuman, dan es.
_____________________________________________________________________________
JAMUR ERYNGII
Bentuknya lonjong besar berwarna putih dan warna cokelat di permukaan atas menyerupai topi. Teksturnya kenyal hampir seperti abalone.
Sebelum dimasak, buang pangkal jamur, lalu iris tipis. Cocok diolah untuk bahan tambahan dalam tumis sayuran, barbecue, atau digoreng tepung. (f)