Food Trend
Kenyang hingga Subuh

17 Apr 2015

Bagi orang Banjar, tak ada istilah kelaparan di malam hari karena banyaknya penyaji Soto Banjar yang buka hingga larut malam. Bila ingin yang agak berbeda, cicipi Mie Bancir di Warung Kawan. Tampilannya serupa mi goreng namun lebih basah sehingga tercecap gurih kaldu. Kaldunya menggunakan kuah Soto Banjar yang dimasak hingga agak menyusut. Untuk tambahan lauknya, ayam suwir dan telur rebus.

Menjelang dini hari pun perut masih bisa dimanjakan dengan makanan enak. Salah satunya di Rumah Makan Lontong Orari. Rumah makan yang dirintis sejak tahun 80-an ini melayani pembeli hingga pukul 4 pagi. “Awalnya kami hanya berjualan hingga pukul 4 sore, namun karena dulu komunitas Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) sering kumpul di sini sampai larut malam, akhirnya jam buka diperpanjang hingga menjelang subuh,” tutur seorang pegawai.

Karena beken sebagai tempat kopi darat Orari, akhirnya warung yang awalnya tidak bernama ini dikenal sebagai Lontong Orari. Di usia yang mendekati hampir 2 dekade, pelanggan membeludak hingga tak sebatas komunitas radio. Bahkan di tangan generasi kedua, ruang santap diperluas. Yang dipertahankan adalah gaya makan lesehan menggunakan lampit (tikar khas Kalimantan).
Advertisement

Bentuk lontong di rumah makan Orari ini unik, segitiga besar dengan panjang yang hampir sama dengan diameter piring. “Sekali masak lontong bisa menghabiskan waktu lebih dari 5 jam agar teksturnya padat dan kenyal,” tambah pelayan.

Seporsinya 2 lontong dan sayur nangka yang jadi kunci kenikmatan. Kepulan asap gulainya menerbitkan selera. Gurihnya berkat komposisi santan, kemiri, dan sedikit penggunaan kunyit. Untuk lauk pelengkap, pilih antara haruan, telur, atau ayam yang semuanya dimasak dalam bumbu habang. (f)




 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?