”Ketika kita berpikir ke dalam, kita melakukan monitoring, review kembali apa yang kita punya, kita rasakan, kita lakukan, dan yang kita mau. Dengan begitu, kita bisa melihat diri kita secara keseluruhan, dalam pola yang lebih utuh. Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa menata kepribadian kita kembali. Kalau kita bisa melakukan, it’s beautiful,” ujar Verauli dengan nada optimistis.
Verauli lalu mencontohkan pengalamannya hari itu ketika berefleksi atas pertemuannya dengan berbagai wanita hebat dalam sebuah konferensi. Ia menemukan, sehebat-hebatnya seseorang di suatu lingkungan sosial, belum tentu ia dikenal di lingkungan sosial yang lain. ”Dari situ saya merenung, bagaimana kedudukan saya di dunia ini. Di lingkungan profesi saya mungkin saya cukup dikenal, tapi di dunia yang luas ini saya ini bukan siapa-siapa. Ini mengingatkan saya agar tidak menjadi manusia yang angkuh dan paling hebat di dunia,“ ceritanya.
Yang juga penting dari sebuah refleksi diri adalah, secara personal kita akan berkembang dan menjadi individu yang lebih bijaksana. “Itu sebabnya mengapa sering dikatakan bahwa kebijaksanaan seseorang tidak berkorelasi dengan usia, tetapi ditentukan seberapa sering ia melakukan refleksi ke dalam diri dan menemukan nilai-nilai kehidupan yang penting untuk diterapkan,” kata Verauli.
Bisa dibilang, ini adalah salah satu modal untuk mencapai kesuksesan. Karena orang-orang yang sukses adalah mereka yang bisa me-review dirinya, belajar memperbaiki diri, mengenal kekuatannya, menyusun rencana, dan membuat dirinya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bukan tak mungkin refleksi yang kita lakukan juga bisa berimbas positif bagi orang-orang di sekitar kita.
Nuri Fajriati
FOTO: SIPA