Setelah Bukan Bintang Biasa dirilis, nama Ayu pun mulai dikenal sebagai penyanyi sekaligus aktris. Ayu mengeluarkan beberapa single, di antaranya Tak Mau Sendiri (2007), Jangan Bilang Tidak (2007), Tuhan Beri Aku Cinta (2008), Apa Ini Cinta (2013), Fufu Fafa (2013), dan album solo Morning Sugar (2013).
Tahun ini, Ayu tengah mempersiapkan single baru yang diproduseri pemain bas band indie, White Shoes & The Couples Company, Ricky Virgana. Ide itu tebersit ketika salah seorang produser di Amerika yang merilis album White Shoes terkesan dengan penampilan Ayu dalam video ‘Heard it On’ yang dipunggah ke YouTube. “Langsung saja saya ditawari oleh Ricky dan harapannya single baru saya nanti bisa dipasarkan di Amerika juga,” kisahnya.
Meski telah berhasil mengeksplorasi bakatnya di banyak bidang, mulai dari modeling, akting, presenting, hingga tarik suara, Ayu ternyata tetap menomorsatukan pendidikan. Ia sudah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Performing Arts & Communications di London School of Public Relations empat tahun lalu. “Selama berkuliah saya justru mengerem seluruh kegiatan entertainment saya. Sebab, saya percaya untuk berhasil di satu bidang harus mengerjakannya dengan totalitas dan fokus,” jelasnya.
Diam-diam Ayu juga sudah mempersiapkan dan mulai merajut cita-citanya yang lain untuk menjadi pebisnis yang berhasil. Di sela seabrek kesibukannya mempersiapkan single baru, syuting sinetron komedi Salon CiMey yang sedang ditayangkan Kompas TV, maupun menjadi presenter, MC, dan bintang iklan, Ayu juga sibuk mengurusi usaha restoran yang telah dijalankannya sejak tahun 2006.
Ayu sengaja memilih usaha di bidang kuliner sesuai dengan passion-nya. “Kami sekeluarga besar memang sangat suka memasak.” Beberapa masakan andalan keluarga yang digemarinya adalah bistik, sup buntut, dan rawon. “Meskipun saya penyuka masakan tradisional, saya lebih lihai memasak masakan Jepang atau Italia karena lebih mudah membuatnya,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Selain sibuk menjalankan bisnis kuliner, baru-baru ini Ayu juga mulai melirik usaha pembuatan sepatu. “Kebetulan pacar saya pernah belajar desain dan maniak sepatu. Akhirnya, kami kepikiran untuk memproduksi sendiri sepatu berbahan dasar kulit. Dia yang desain, saya yang bantu jual dari mulut ke mulut,” jelas kekasih Aditya Danandayu ini.
Menurutnya, selagi muda dan ada kesempatan, apa pun harus dicoba. “Bahkan, sudah sejak lama, tiap tahun baru saya menulis daftar hal baru apa yang ingin saya coba dan kerjakan. Urusan berhasil atau tidaknya, itu masalah belakangan. Yang penting berani mencoba saja dulu,” sarannya, menutup pembicaraan.
REYNETTE FAUSTO