Menurut Ratih Ibrahim, psikolog, yang hadir membahas tentang Self Esteem vs Outer Look, pada 2 Oktober lalu, berkata, “Sebagai perempuan, kita harus memiliki self esteem atau penghargaan diri yang tinggi. Self esteem ini menggambarkan sejauh mana kita menilai diri sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Ratih menambahkan, wanita yang memiliki self esteem yang baik akan menghargai diri sendiri, orang lain, dan bisa menjadi inspirasi bagi lingkungannya. Selain mengubah mindset dari dalam diri, Ratih juga menekankan pentingnya penampilan fisik sebagai ‘a good publisher’.
“Penampilan dan kemasan itu penting untuk menampilkan apa yang ada di dalam. Dengan kita tampil cantik, bersih, keren, maka kita merayakan hidup kita,’’ kata Ratih, yang menyampaikan materi dengan hangat, menyenangkan, dan interaktif.
Tak terasa, acara yang dipandu Ary Kirana, berlangsung dua jam lebih. Saat itu sahabat femina juga diajak bermain-main untuk menemukan rasa percaya dirinya melalui Truth and Dare Competition dan games interaktif. Lewat permainan tersebut, sahabat femina diminta menuliskan ketakutan dan obsesi terbesar mereka. Diikuti dengan mengisi kuesioner untuk mengukur skala self esteem.
Di sesi kedua, Debby, Assistant Brand Manager Emeron, mengajak kaum wanita agar lebih percaya diri pada pilihannya. Termasuk pilihan dalam hal merawat rambut. “Kita sering kali tak mendengarkan keluhan rambut. Untuk itu, kita perlu menganalisis jenis rambut yang kita miliki, apakah kusam, rontok, berminyak, kasar, kering, berketombe karena sering tertutup hijab, kemudian memilih produk yang tepat bagi rambut.’’
Deby menyebutkan, ada 6 varian produk Emeron Nutritive yang bisa dipilih sesuai kebutuhan rambut, yaitu Natural Shine, Soft and Smooth, Black and Shine, Hair Fall Control, Damage Control, dan Anti Dandruff Control.
Bagi yang mengalami masalah rambut rontok, Deby menyarankan untuk memakai Hair Fall Control yang mengandung formula active profit amino yang mampu menutrisi rambut dan mengaktifkan bahan-bahan alami rambut.
Gusnaldi juga mengajak sahabat femina untuk keluar dari ‘zona aman’ potongan rambut yang dimiliki. Untuk wanita yang aktif misalnya, Gusnaldi merekomendasikan gaya rambut pendek, seperti pixie cut dan bob asimetris.
‘’Bagi yang memiliki wajah mungil seperti Agnes Monica, bisa memilih potongan superpendek atau pixie cut. Untuk bentuk wajah oval dan bulat, bisa memilih potongan bob asimetris yang mampu mengamuflase bentuk wajah,’’ kata Gusnaldi.
Ia juga menjawab pertanyaan sahabat femina tentang potongan yang tepat untuk rambut keriting dan pewarnaan rambut. ‘’Untuk rambut keriting, jangan dipotong terlalu pendek. Untuk pewarnaan rambut, rambut lurus bisa memakai warna apa saja, sementara untuk rambut yang tipis tidak disarankan memilih warna terang.’’
Sahabat femina yang beruntung di-make over rambut adalah Ari Indriyani (34), karyawati PT Kini Jaya Semarang. Motivasi Ari datang ke acara ini untuk mengubah penampilan karena orang-orang sering mengatakan model rambutnya begitu-begitu saja. ‘’Setelah dipermak Mas Gusnaldi, saya lebih percaya diri, lebih oke,’’ kata Ari. Nur Marfuatul Khasanah, staf Ibis Hotel Semarang, yang selama ini memilih gaya rambut sebahu, juga merasa dirinya lebih fresh dan muda dengan gaya pixie.
(Dian Mumpuni)