Hanya ada meja panjang berkapasitas tak kurang dari 15 orang dengan kursi plastik. Tulisan ‘hucap’, yang merupakan singkatan dari tahu, saus kacang dan kecap, terpampang.
Seporsi hucap khas Kuningan tampak sederhana, mirip ketoprak Jakarta tanpa bihun dan taoge. Potongan ketupat dengan lapisan luar berwarna kecokelatan terasa begitu legit, “Karena dimasak lama, lebih dari delapan jam, dengan beras pulen,” cetus penjual yang malu-malu menjawab saat femina bertanya.
Ada yang beda dari saus kacang hucap. Konsistensinya sedikit cair, berminyak, kemerahan dan masih ada tertinggal sebagian kacang yang belum halus tertumbuk. Rasa yang ditimbulkan pun menggugah: paduan gurih, manis dan beraroma sedap dari bawang putih, bawang merah, cabai merah, lengkuas, dan daun salam.
Jangan lupa, tambahkan kecap manis! Atau, tingkahi dengan pedasnya sambal cabai rawit rebus. Kelezatannya utuh kala dilahap dengan kerupuk udang. Masih kurang? Bisa tambah tahu gorengnya. Wajib kunjung bagi pengulik makanan lokal!(f)
Alamat: Jl. Dewi Sartika (di samping Pos Polisi), Kuningan, Jawa Barat. Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB. Harga: Rp9.000. Suasana: Warung ‘mungil’. Jika di jam makan siang, Anda akan mendapatkan kursi kayu di depan warung.