Tersangka yang berprofesi sebagai dokter gigi dan dosen ini mengaku sebagai dokter perempuan dan mengajak berteman di Facebook. Setelah anak merasa cukup nyaman mengobrol dengannya, ia mulai beraksi: mengarahkan anak ke pertanyaan yang menjurus ke bagian tubuh vital, seperti soal menstruasi, lalu meminta anak memotret payudara dengan dalih ‘pemeriksaan.’
“Setelah si anak mengambil foto diri dengan Blackberry milik ibunya, pelaku dengan telaten memandu anak memindahkan dan mengirim foto tersebut melalui laptop. Dan hal ini tidak diketahui oleh sang ibu,” ujar Donny, dengan nada prihatin.
Ia kembali mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada dalam memonitor aktivitas online anak, baik melalui bantuan keluarga, komunitas, atau pemanfaatan perangkat lunak parental control. “Ini bukan semata perkara orang tua harus paham soal gadget, tapi pahami juga risiko penggunaan internet oleh anak yang tidak diawasi,” tegas Donny.
Rahma Wulandari
Foto: Corbis.