Sebelum memulai hubungan, pelajari dulu peraturan kantor.: bolehkah sesama karyawan menjalin hubungan cinta. Jika di perusahaan kita tidak ada peraturan itu, jagalah selalu etos kerja. Jika terlihat bahwa kehidupan pribadi kita mulai mengganggu pekerjaan, bukan tidak mungkin kita diminta memilih: karier atau kekasih. Itulah kenapa dibutuhkan kematangan emosi tersendiri, jika berpacaran dengan rekan kerja.
Atasan = Kekasih
Kita harus membuktikan prestasi kita pada rekan kerja dan atasan yang lain, bahwa keberhasilan tersebut bukan karena kedekatan pribadi kita dengan atasan. Idealnya, salah satu pihak minta dipindahkan ke divisi lain, atau bahkan mengundurkan diri untuk menjaga penilaian tetap objektif. Satu lagi, sebaiknya kita tidak memanfaatkan fasilitas yang didapat atasan (alias kekasih) untuk keperluan pribadi.
Jangan Main Petak Umpet
Honesty is the best policy. Daripada menyembunyikan hubungan, lebih baik terus terang saja pada atasan. Sebab, atasan perlu tahu dan bersiap-siap, jika anggota timnya harus pindah divisi, atau bahkan pindah kantor, karena perusahaan mengharuskan demikian. Kalau sebelum bicara ternyata atasan sudah mendengar, dan dia bertanya langsung pada kita, tak usah memungkiri.
Tak Usah Gelar ‘Pameran’
Pesan-Pesan Cinta
Hindari mengirim pesan lewat komputer kantor, baik internal memo maupun e-mail kantor. Intinya, pesan cinta itu jangan disampaikan lewat online. Apalagi, jika pesan itu sangat mesra. Soalnya, sangat rentan terbaca (atau dibaca dengan sengaja) oleh pihak lain. Lagipula, besar kemungkinan pesan-pesan cinta itu akan tersimpan di server perusahaan selamanya!
Seperti Sandal Jepit
Kita juga perlu membangun hubungan yang informal dengan rekan kerja kita. Jika kita tidak sering-sering berkomunikasi dengan rekan kerja, bisa-bisa kita ketinggalan gosip kantor yang seru. Atau, daripada secara formal mendiskusikan target tahun depan di ruang rapat yang dingin, kan lebih enak jika diskusi santai itu dilakukan sambil makan siang.
Veronica Wahyuningkintarsih
Anda akan melakukan trip bisnis bersama bos? Agar sikap Anda pas, pelajari situasinya di sini!