Kunci utamanya adalah pemilihan rotan berkualitas bagus. Alvin hanya menggunakan rotan yang memenuhi kriteria siap olah dengan fleksibilitas yang baik. Alvin mengakui, rotan memiliki beberapa karakter yang terkadang masih dianggap kekurangan oleh masyarakat. Contohnya, sifatnya yang lentur tidak semasif kayu, berurat besar sehingga kurang bagus bila dipaku, dan rentan terhadap air. Namun, bagi Alvin, ini justru menjadikan rotan dapat diolah ‘berbeda’ dari material lain.
Alvin melihat, saat ini sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia mulai menyadari bahwa rotan sudah kembali dengan tampilan yang mengikuti masa. Sayangnya, kesadaran itu baru sebatas pada segmen pasar menengah atas. Selain banyak konsumen tetap masih mengutamakan harga dibanding kualitas.
Namun, Alvin cukup optimistis bahwa dari segmen pasar atas tersebut nantinya selera masyarakat menengah akan secara tidak langsung terpengaruh. “Bila masyarakat masih berpikir rotan murah meriah, tidak eksklusif, maka itu salah. Furnitur rotan berkualitas bagus cukup terbatas jumlahnya, dan ini justru menjadikannya sangat eksklusif,” ujarnya. (NATHANIA HAPSARI)