Wangi aroma bebek panggang yang menyeruak adalah godaan utama di tempat ini. Itulah aroma Confit de Canard (atau Duck Confit), salah satu menu lunch jagoan di sini. Lapisan kulit garing terlihat menutupi kaki bebek yang montok. Itulah ciri khas utama dari hidangan klasik Prancis yang diraih lewat teknik masak yang tidak sembarang. Bebek didiamkan lama (terkadang lebih dari satu hari) bersama garam dan bawang putih, lalu dipanggang dalam rendaman minyak bebek itu sendiri.
Jangan membayangkan kerenyahan bak salutan tepung. Renyah yang ini seperti renyah cracker, mengingatkan pada kulit bebek Peking yang juga diperoleh lewat teknik unik. Satu poin penilaian hidangan Duck Confit sudah terpenuhi: kulit yang garing! Keistimewaan lain dari hidangan ini adalah dagingnya yang empuk, dapat disuwir tanpa melibatkan emosi. ’Buah’ dari kesabaran chef dalam memanggangnya berjam-jam dalam rendaman lemak bebek. Beberapa buah potato rostï (istilah untuk perkedel kentang khas Barat) dan buncis mengelilingi bebek. Kentangnya gurih. Buncis pun masih mengeluarkan cita rasa khas sayur yang tidak lodoh, karena ditumis dalam waktu singkat. Keduanya unjuk gigi, tak mau kalah dengan bebek yang jadi bintang utama.
Beranjak sore, secangkir cappuccino dan semangkuk Bread Pudding. datang menemani. Beda dari bread pudding rumahan yang umumnya dibuat dari roti sisa, di sini roti yang dipakai fresh from the oven. Membuat roti yang enak tanpa bau obat mudah diwujudkan, mengingat Anna juga adalah pemilik sebuah resto premium khusus panini (sandwich ala Italia). Menyantapnya bersama satu scoop es krim rasa baileys menjadi penutup yang manis setelah tiga jam rehat di ‘Prancis mini’ ini. (TN)
Alamat: Plaza Indonesia extension, Lt.1, unit E201-21. Jl. MH Thamrin Kav. 28, Jakarta Pusat. Telp: (021) 29923505. Harga*): Rp40.000 - Rp950.000 (Cote de Boeuf), belum termasuk pajak 21%. Jam buka: 07.30 – 22.00 WIB. Suasana: Tempat ngopi atau brunch yang elegan.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.