Aisya Adiputri (24) tertegun. Untuk beberapa detik ia hanya bisa mematung, mencoba mencerna bahwa benar namanyalah yang dipanggil sebagai Pemenang III Wajah Femina 2012. “Jujur, di malam penobatan itu, sebenarnya saya sedang menahan sakit kepala dan mau pingsan. Namun, kemenangan ini membuat badan saya seketika segar kembali,” ungkap wanita kelahiran Jakarta, 12 Mei 1988, ini. “Ternyata, obat pusing saya: memegang piala!” lanjutnya, tertawa.
Sejauh ini, Aisya mengatakan, ia telah meraih apa yang menjadi cita-citanya. “Keluarga bahagia, menjadi Pemenang III Wajah Femina. Semua yang terbaik sudah saya raih.” Namun, mengingat usianya akan memasuki 25 tahun, Aisya merasa tak bisa mengandalkan modeling sebagai pekerjaan utama. Sejak awal tahun 2011, ia telah menyiapkan karier lain yang menurutnya bisa bertahan lama. “Kini, saya memilih fokus mengembangkan bisnis sewa dan jual gaun pesta,” ungkap wanita pencinta fashion ini.
Selama ini pelanggannya memang masih seputar teman-teman sesama model. Namun, di awal tahun ini, ia tengah menyiapkan pembuatan katalog dalam bentuk website untuk memajang koleksinya yang berjumlah lebih dari 25 gaun. “Tujuannya, yang paling utama, agar bisa diakses semua orang. Paling tidak mereka tahu tentang bisnis saya, baru kemudian berminat menyewa gaun saya,” ungkap wanita yang pandai menari balet ini.
Ide bisnis unik ini bermula dari seorang teman yang meminjam gaun Aisya untuk acara pernikahan. Karena makin lama makin banyak teman yang meminjam, ia pun tergerak untuk membuat baju baru dari hasil mendesain sendiri. “Saya membeli kain di Pasar Mayestik, dan saya bawa ke penjahit langganan saya. Desain dari saya sendiri,” ungkap Aisya, yang terinspirasi dari desainer favoritnya, Elie Saab, Lanvin, dan Valentino.
Saat ini, Aisya menetapkan harga sewa tiap gaunnya sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000, sedangkan harga jualnya antara Rp900.000 hingga Rp1,2 juta. Biasanya, pelanggan mengenakan gaunnya untuk menghadiri resepsi pernikahan, foto pre-wedding, prom night, atau untuk pemotretan portfolio model.
Ia menilai peluang bisnis sewa gaun ini masih terbuka lebar, karena minimnya pesaing. Beruntung, latar belakangnya sebagai model, memberinya bonus networking yang kuat untuk menjaring banyak pelanggan. “Banyak pelanggan yang akhirnya mempromosikan gaun saya di lingkungan teman-temannya sesama model,” ungkapnya.
Selain sibuk berbisnis, hari-hari Aisya dihabiskan dengan menjalankan perannya sebagai ibu. Seminggu dua kali ia tak pernah absen mengantar anaknya ke pre-school untuk kelas bayi. Ia menilai perlu memasukkan anaknya ke pre-school karena si kecil terlalu aktif dan sedang giat-giatnya belajar berjalan. Ia pun menghabiskan waktu senggangnya untuk mencari resep-resep makanan untuk anaknya.
“Menjadi ibu memberi saya kebahagiaan luar biasa, juga tantangan tersendiri bagi saya. Saya harus ekstra sabar dalam merawatnya dan menyadari prioritas hidup saya telah berubah. Kini, semua yang saya lakukan hanya demi anak,” ujarnya.
Seperti ibu muda lain, Aisya pun mengaku belajar cara merawat bayi dari mamanya. Mulai dari memandikan, menyusui, hingga memakaikan popok yang benar. Dari semua pengalaman menjadi ibu, hal paling berat tatkala mendampingi anaknya yang sedang sakit. “Rasanya tidak tega melihatnya sakit. Saya begadang tiap malam untuk memastikan dia bisa tidur dengan nyenyak,” jelas penggemar film drama ini.
Aisya mengaku bahagia menjalani hidup seperti yang ia bayangkan. Ia mengatakan, inilah fase baru dalam hidupnya. Menjadi seorang ibu dan mengejar mimpi lainnya. “Dalam beberapa bulan mendatang, saya bermimpi membuka sebuah butik, dengan gaun-gaun saya terpajang di dalamnya,” ungkapnya, penuh harap.
Daria Rani Gumulya
Foto: Dok. Femina Group