Soal feeling ini diiyakan oleh Elida Veronica, pemilik butik online www.ev-style.com . “Dalam bisnis, memang butuh feeling yang kuat untuk tahu dengan siapa kita bisa percaya.” Hal ini berlaku dalam memperlakukan konsumen maupun partner bisnis. Selama ini Elida belum pernah salah dengan feeling-nya.
Menurut Rhenald, tak ada yang tepat. Karena, kepercayaan ibarat game. Penipu ulung mempelajari seni trust ini. Misalnya begini: si A memesan 1 container barang, dibayar. Memesan lagi 2 container, dibayar. “Tidak tahunya, itu pancingan. Ketiga kali, ia memesan 20 container, tidak dibayar. Mau bilang apa?” ujar Rhenald.
Sikap hati-hati dalam berbisnis tetap perlu dikedepankan. Seorang konsumen bisa saja tidak membayar bukan karena dia jahat. Mungkin karena ia lupa, catatan nomor rekeningnya hilang, atau karena kendala lainnya. Faktor-faktor tersebut tentunya perlu diantisipasi.
Dengan demikian, memberi trust tidak sama dengan ceroboh, sengaja menutup mata pada latar belakang konsumen, yang penting semua barang laku terjual. Karenanya, tak ada salahnya menanyakan nomor telepon dan alamat konsumen, jika ia tak bisa membayar pada saat itu juga. (f)