1. Aku datang dari mana?
2. Aku pipis duduk, kakak berdiri?
Jelaskan perbedaan kelamin yang dimiliki adik dan kakak. “Alat pipis Kakak namanya penis, bentuknya agak panjang, jadi pipisnya bisa langsung ke WC. Sedangkan Adik, tidak punya penis, punyanya vagina, jadi enggak bisa mengarahkan pipismu. Nanti jatuh ke mana-mana, sepatunya jadi kotor.” Kita juga bisa menjelaskan dengan menggunakan buku atau boneka pendidikan seks yang sudah ada alat kelaminnya.
3. Mama-Papa tidur berdua, kok, aku sendiri?
4. Pacaran itu apa?
Kita bisa bertanya balik, versi apa yang dia ketahui soal pacaran. Jika anak menginginkan jawaban dari kita langsung, jelaskan bahwa ada perempuan dan laki-laki yang ingin berduaan dan berpegangan tangan.
5. Aku boleh cium bibir Mama, enggak?
Jelaskan bahwa di bibir banyak kuman, sehingga kalau ciuman di bibir, nanti kumannya bisa tertukar dan ini membuat sakit. “Ini akan lebih mudah dijelaskan ketika kita sedang batuk dan pilek,” kata Nina, sambil tertawa. Jika anak masih ngotot dan merasa sehat, kita bisa katakan bahwa kuman tetap ada dan tidak terlihat walaupun tubuh kita sehat. “Bisa juga mengatakan bahwa boleh berciuman bibir ketika sudah dewasa, karena badannya sudah lebih kuat jika ada kuman yang menempel.” (RULLY LARASATI)