Mau wisata pantai, spiritual, sejarah, kuliner, atau sekadar menyepi sejenak dari kebisingan kota? Tinggal sesuaikan dengan selera. Ingin yang bujetnya bersahabat atau rela habis-habisan untuk liburan yang akan terkenang sepanjang masa? Semuanya bisa ditemukan di 7 kota Asia dengan pesona beragam di bawah ini:
1. Xian, Cina
Pergilah ke Xian apabila ingin menemukan kota autentik khas Cina dengan sentuhan islami. Salah satu titik wisata mengagumkan di Xian adalah museum prajurit dan kuda TerraCotta. Tahun 1974, seorang petani secara tidak sengaja menemukan situs arkeologi yang terdiri dari ribuan prajurit dengan ekspresi muka berbeda dan kuda dalam formasi siap perang. Dari yang asyik berdiskusi strategi sampai yang memanjatkan doa, dengan bentuk dan ukuran yang seperti aslinya. Usaha besar membangun semua ini adalah atas perintah seorang raja yang tak ingin sendirian di kuburannya saat dia wafat.
Di Xian, magnet wisata lainnya adalah Xian City Wall. Di tembok besar nan megah yang seperti tak berujung ini Anda bisa mengerti mengapa tanah dan militer Xian bisa bertahan dari kolonialisme Barat. Di sini, Anda bisa menikmati panorama keelokan Xian saat senja atau membaur dengan penduduk lokal.
Muslim Quarter adalah pesona Xian yang lain. Masjid Xian unik yang mengawinkan gaya bangunan tradisional Cina beratap melentik dan melambai bak pagoda dan sentuhan islami. Untuk wisatawan beragama Islam, kuliner di Muslim Quarter adalah surga, karena di sini semua makanan halal. Makin malam, area ini makin happening. Banyak pedagang yang berjualan mainan anak dan cendera mata. Makanan yang dijual di sini kebanyakan berasal dari daging sapi dan domba. Rou chuan, kebab dengan isi daging domba, rasanya nendang! Makanan khas lainnya adalah yang rou pao mo, yaitu sup dengan potongan roti gandum.
2. Paro, Bhutan
Ingin dibuai bersihnya udara dan kemegahan Pegunungan Himalaya dengan barisan lembah hijau dan lebatnya hutan? Anda wajib ke Kota Paro di Bhutan. Untuk menemukan ‘nirvana’ ini, cukup mahal. Minimal Anda harus mengeluarkan dana 250 dolar AS (Rp2.825.000) untuk paket penginapan setaraf bintang 3, makan, kendaraan, dan tour guide per harinya. Paket ini bisa melonjak hingga 1.000 dolar AS (Rp11.500.000) per hari, apabila menginginkan pelayanan hotel bintang lima.
Melangkahkan kaki di Bandara Paro, Anda seperti disambut ke dunia baru. Sepanjang mata memandang, langit biru jernih seperti menyambung dengan rangkaian pegunungan salju di puncaknya. Petugas bandara mengenakan baju tradisional gho untuk pria dan kira untuk wanita. Destinasi wajib di Paro adalah Tiger’s Nest, biara bak istana di tebing jurang terjal dan seperti menggantung di langit.
Perjalanan hiking untuk sampai ke biara yang berada 3.000 m di atas permukaan laut memakan waktu 3 jam. Meski kaki lelah, semua indra dimanjakan hijaunya hutan lebat, barisan bendera doa berwarna-warni, serta dentingan bel dan lantunan doa dari para biksu yang lalu-lalang. Panorama dari atas biara sungguh indah.
Namun, pengalaman paling autentik mungkin saat Anda berdecak kepedasan menikmati makanan khas Bhutan, emma datshi, campuran cabai hijau dan lelehan keju. Anda mungkin akan mengucek mata tak percaya memandang lukisan alat kelamin pria (yang dipercaya dapat mengusir bala) dalam ragam bentuk dan warna cerah di dinding permukiman penduduk.
Apabila singgah di hari Selasa, bersiaplah berkeliling kota dengan berjalan kaki, karena Selasa adalah hari bebas mobil. Ini adalah usaha pemerintah supaya ekologi tetap terjaga dan membuat penduduk berinteraksi dengan turis di jalan. Penduduk maupun pemerintah memang mengelukan tradisi dan kebahagiaan batin (bukan materi) di atas segalanya. Yes, Bhutan adalah negara yang memandang hidup dari sudut pandang lain dan menemukan hal yang benar-benar penting dalam hidup.
3. Negombo, Sri Lanka
Sri Lanka memang tak terlalu populer. Namun, Marco Polo --si penjelajah Barat pertama dan perintis rute dagang Eropa ke Asia-- dalam catatan perjalanannya, The Travels, menulis bahwa Sri Lanka adalah pulau terindah tempat ia melabuhkan mata. Negombo yang berada di daerah pantai patut dikunjungi karena aksesnya yang mudah. Selain itu, Negombo adalah sebuah desa nelayan dan pelabuhan dengan pantai bersih dan tenang. Salah satu hal unik di sini adalah menjamurnya kanal. Anda seperti sedang berlibur di Belanda. Kanal-kanal tersebut adalah warisan dari Belanda yang di masa lalu pernah menjajah tanah Negombo yang kaya kayu manis.
Di Negombo, Anda bisa bersantai menikmati sunset indah sambil berbaring di catamaran (kapal layar megah yang bisa disewa lengkap dengan nakhoda), naik boat sambil mengintip rumah-rumah dan kehidupan nelayan di tepi kanal, pesta seafood karya tangan penduduk lokal, hingga memancing di laguna. Untuk yang berjiwa avonturir, naiklah boat mengelilingi rawa Muthurajawela Marsh. Bertemu berbagai macam fauna liar, burung, monyet, hingga buaya, akan menjadi pengalaman tak terlupakan
Salah satu hal yang tak boleh dilewatkan di Negombo adalah berkunjung ke pasar ikan dan menyaksikan pelelangan ribuan ikan, lobster, udang, hingga kepiting. Pasalnya, Negombo adalah pasar seafood kedua terbesar di Sri Lanka. Meski harus menutup hidung karena bau amis yang menyeruak, untuk Anda yang senang petualangan tak biasa, ini adalah pengalaman berharga.
4. Yangoon, Myanmar
Untuk penikmat transportasi modern, Yangoon bisa menjadi destinasi pilihan terakhir. Pasalnya, taksi, kereta, dan bus di kota ini tergolong antik. Anda seperti diajak kembali ke awal tahun ‘80-an. Tak hanya soal kendaraan, mereka yang saat liburan malas membawa uang tunai akan kerepotan di sini, karena toko di Yangoon tak menerima kartu kredit dan debit. Tradisi yang kental dan kesederhanaan juga tampak dengan banyaknya wanita yang masih mengenakan rok tradisional longyi dan memoles wajah dengan bedak tradisional, thanaka. Unik!
Pesona sungai-sungainya yang bening dinaungi pepohonan teduh dan kumpulan taman-taman rindang nan hijau membuat kota paling modern di Myanmar ini kerap disebut Garden City of The East. Yang juga elok dari Yangoon adalah koleksi pagoda-pagoda emas dengan iluminasi menakjubkan.
Jangan lewatkan Pasar Bogyoke Aung San yang hampir berusia 90 tahun, berisi 2.000 kios dan jadi pusat cendera mata khas paling komplet. Tas selempang Shan dan Kachin, kain silk Mandalay, lukisan dari pelukis lokal dan boneka kayu bisa dibilang adalah cendera mata favorit. Di pasar ini Anda bisa mencicipi makanan khas Myanmar, mohinga, yakni bihun dengan potongan ikan dengan kaldu hasil perkawinan lemongrass, jahe, dan garlic. Nikmati juga es sari tebu yang banyak dijual di tiap sudut jalan Yangoon.
Titik wisata lain adalah rumah Aung San Suu Kyi, wanita simbol demokrasi Myanmar saat negara tersebut dipimpin junta militer dan menjadi sumber inspirasi melawan kesewenang-wenangan. Di rumah ini, wanita inspiratif itu menjadi tahanan rumah selama 15 tahun, sampai tahun 2010. Tiap sudut rumah ini sungguh menggambarkan penderitaan, kekuatan hati, dan sejarah.
5. Goa, India
Terletak di pesisir barat India, Goa terkenal karena destinasi pantainya dan rumah bagi kaum hippie yang nyentrik. Di Goa, yang beribu kota Panaji, terdapat lebih dari dua puluh pantai untuk dipilih. Goa terbagi menjadi 2: selatan dan utara. Selatan Goa memiliki Pantai Velsao, Palolem, Majorda, yang kurang komersial, sementara pantai di utara Goa hiruk pikuk dengan sapi, wisatawan asing, yogi, dan kaum hippie.
Pantai Calangute di utara Goa adalah pantai paling happening, tempat Anda bisa mendapat pengalaman unik, berjemur ditemani kumpulan sapi untuk kemudian bergabung di salah satu party heboh di temaram bulan purnama.
Ingin pantai yang lebih sepi, tapi tetap hidup? Pantai Baga, yang masuk di peringkat 17 dari 20 pantai terindah di Asia versi situs perjalanan Trip Advisor, bisa jadi pilihan. Di saat sunset, tercium aroma tembakau bercampur buah-buahan dari warung shisha yang dipadati turis. Nah, kalau tujuan Anda murni relaksasi dan menginginkan pantai sepi dengan pemandangan rupawan, Anda wajib ke Pantai Agonda, yang berada di peringkat 2 pantai terindah Asia.
Selain pantainya, Goa juga dikenal karena bangunan-bangunan megah warisan arsitektur Portugis. Titik atraksi must see adalah Basilica of Bom Jesus, salah satu world heritage dari UNESCO yang mencatat sejarah kemunculan dan perkembangan agama Kristen di India. Setelah menelusuri sejarah, mungkin Anda ingin melihat dan merasakan pengalaman bergoyang ala Bollywood di atas boat sambil menatap sunset menyusuri Sungai Mondavi? Pilihlah satu dari sekian tur cruise yang mematok biaya 150 rupee (Rp28.000).
6. Hoi An, Vietnam
Mendambakan kedamaian kota tua syahdu, antik, seperti tak tersentuh peradaban modern sambil memanjakan lidah dengan cita rasa pedas dan segar khas Vietnam? Hoi An is the place to be. Untuk tiba di sini, Anda harus masuk dari bandara atau stasiun Da Nang. Kota bersejarah di Provinsi Quang Nam ini akan membuat Anda tersihir dan seperti masuk lorong waktu. Jejak peninggalan abad ke-16 dan ke-17 tercium dari arsitektur bangunan bergaya Vietnam dan Prancis, Kuil Quan Cong dan jembatan (ikon kota) yang berdiri anggun. Lorong-lorong sempit, bangunan tua yang mayoritas terpoles warna kuning, lampion sutra warna-warni, menjamurnya tailor atau tempat pembuatan jas dan baju khas Vietnam, dan kafe pinggir jalan adalah ciri khas kota ini.
Saat senja menjemput, Hoi An bak disulap menjadi pesta cahaya. Pendaran sinar dari lampion berbentuk lotus yang terapung cantik di sungai dan lampion warna- warni di tiap atap bangunan seolah berlomba memanjakan mata dan memancarkan aura romantis. Momen paling tepat untuk menyambangi kota ini adalah saat festival Full Moon (saat bulan purnama). Malam ketika penduduk lokal ‘puasa’ dari perlengkapan elektronik dan kendaraan mereka.
Malam itu Hoi An bak negeri dongeng. Bermandikan sinar dari bulan purnama, lilin dan ribuan lampion yang terapung di sungai maupun atas bangunan dan semerbak aroma dupa. Puluhan ribu penduduk lokal turun di jalan, berpesta, bernyanyi, dan memainkan alat musik maupun permainan tradisional.
Tak hanya mata yang dimanjakan, lidah pun dibuat berdansa dengan hidangan nikmat khas Hoi An. Untuk yang tak masalah mengonsumsi daging babi, cao lau adalah makanan wajib. Mi beras bertekstur empuk dengan irisan daging babi lembut yang disiram dengan campuran saus kemangi, cilantro dan mint, serta kaldu. Jangan lewatkan chicken rice khas Hoi An, juga white rose, dumpling bentuk bunga mawar isi udang dengan saus istimewa hasil perkawinan lemon, sambal, gula, dan com ga.
7. Luang Prabang, Laos
Dikelilingi pegunungan dan lembah hijau tak berbatas dan dipertemukan oleh dua sungai, Kota Luang Prabang, yang berbentuk semenanjung, menawarkan keindahan asri yang membawa Anda seperti masuk ke masa lampau. Kota tertua di Laos ini juga didaulat menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESC0. Pemandangan ratusan biksu lalu-lalang di jalanan berdebu, patung–patung Buddha raksasa, wat dan candi yang misterius, serta absennya restoran fast food dan mal raksasa, sungguh membius.
Di kota ini, kita diajak belajar kembali menikmati damainya hidup sederhana, jauh dari hiruk pikuk dan dominasi teknologi. Tempat wisata yang pantang dilewatkan adalah Wat Xieng Thong, landmark dan wat terbesar di Luang Prabang. Wat yang merepresentasikan kultur dan kesenian Laos ini memiliki mozaik luar biasa elok. Terinspirasi dari pohon thong, pohon yang memiliki bunga cantik berwarna merah. Untuk masuk ke wat ini dipungut biaya 20.000 kip (Rp30.000).
Ingin menikmati sunset romantis? Pergilah ke Chomsy Hill, yang letaknya di seberang Royal Palace Museum. Hiking-lah ke atas bukit, lalu nikmati ‘lukisan’ rupawan Sungai Mekong dan hijaunya barisan pepohonan.
Ingin mencari suvenir? Anda bisa berbelanja di pasar malam di seberang pintu masuk Chomsy Hill. Memuaskan dahaga dengan menyesap kopi atau teh Laos sambil menikmati camilan roti kelapa atau roti gulung berisi telur, pisang, dan susu manis yang membuat lidah berdansa.(f)