Qandeel lahir dari keluarga pekerja miskin yang konservatif di Punjab dengan nama Fauzia Azeem. Ia mengaku pergi dari rumah untuk mengejar impiannya menjadi bintang. Gagal menembus industri hiburan di Pakistan, ia beralih mencari perhatian publik lewat media sosial. Dalam wawancara dengan BBC, ia mengatakan dirinya sadar telah melewati batas perilaku yang bisa diterima di Pakistan. “Saya tahu telah mengeksploitasi kebebasan yang diberikan oleh orang tua saya, tapi sekarang sudah terlambat.”
Sebelum ia wafat, gadis ambisius itu terus-menerus menarik perhatian publik. Juni lalu, Qandeel mengunggah foto dirinya bersama ulama terkenal Mufti Abdul Qavi di akun instagramnya dan membuat heboh media sosial. Skandal foto itu menyebabkan Mufti dipecat dari jabatannya sebagai anggota komite sidang isbat penentuan puasa jelang bulan Ramadan lalu.
Dalam salah satu tweetnya, Qandeel menulis: “Saya akan berjuang dan takkan menyerah. Saya akan meraih mimpi dan tidak ada yang bisa menghentikan saya.”
Berita wafatnya Qandeel memicu kemarahan publik Pakistan yang mengutuk pembunuhan keji tersebut. Tidak sedikit yang memujinya atas keberaniannya mendobrak batasan demi meraih impiannya.
Selanjutnya: Pembunuh yang Kebal Hukum
Topic
#HonorKilling