True Story
Perekat Cinta Jevier Justin & Tiffany Orie

25 Dec 2018



 
Anak Istimewa Jadi Penguat
 

Tiga tahun pacaran, Justin dan Tiffany akhirnya berjanji sehidup semati dalam suka dan duka di atas mimbar pernikahan pada Februari 2015 lalu. Hanya berselang tiga bulan setelah menikah, Tiffany langsung menyadari bahwa dirinya tengah hamil anak pertama mereka. Di momen inilah jalan hidup pasangan ini berubah.

Putri pertama yang lahir pada 9 Januari 2016 dan diberi nama Shannuel Fevory Justin ini didiagnosis mengidap cerebral palsy, gangguan pada gerakan, otot, dan saraf yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak. Paling sering terjadi sebelum kelahiran.
 
“Saat itu perasaan kami campur aduk. Apalagi Shane adalah anak pertama dan di keluarga kami berdua ia juga adalah cucu pertama,” ujar Justin.  
 
Sementara di sisi lain, Tiffany sebagai seorang ibu sempat terjebak dalam perasaan bersalah. Menganggap bahwa apa yang terjadi pada Shane disebabkan oleh dirinya, walau sebenarnya tak ada pihak yang menuduhnya.
 
Namun, tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk bangkit dari perasaan terpuruk karena kondisi yang menimpa putri kesayangan mereka tersebut. Keduanya percaya bahwa Tuhan tak akan memberikan cobaan yang tak bisa ditangani oleh umat-Nya. Beruntung pula keduanya dikelilingi oleh keluarga yang sangat suportif, yang membuat mereka menjadi orang yang kuat.
 
“Bahkan bisa dibilang, kehadiran Shane sontak membuat kami menjadi orang tua yang lebih bijaksana. Shannuel mengajarkan kami banyak hal, salah satunya untuk lebih bijak. Shane adalah penguat kami berdua,” papar Tiffany, bangga. Apalagi setelah hadirnya anak kedua, Nicholas Jedder Justin, 2 tahun kemudin, membuat Justin dan Tiffany harus makin sabar dan kompak dalam bekerja sama.
 
Inilah mengapa dalam rumah tangga keduanya tak ada pembagian peran yang kaku. Di rumah, mengurus kebutuhan makan, main bersama anak, hingga ganti popok dilakukan bersama-sama. Bahkan, menurut Tiffany, Justin selalu siap begadang, jika anak mereka terbangun di malam hari.
 
Bentuk kerja sama lainnya juga terlihat dari cara bagaimana mereka menangani gesekan dalam hubungan mereka. Keduanya punya cara kerja sama yang unik. “Jika sedang bertengkar, maka yang meminta maaf duluan adalah Justin, dan tugas saya adalah harus memaafkannya. Terlepas siapa yang benar atau salah, kami ketemunya di tengah. Hahaha…,” tutur Tiffany, terkekeh.
Advertisement
 
Menurut Justin, ketika masuk ke fase pernikahan, ego bukan lagi hal yang penting. “Karena, semarah-marahnya saya dengan Tiffany, dia bukan musuh saya. Dia istri saya. Kami harus bekerja sama, sekaligus saling introspeksi diri agar masalah yang terjadi tidak terulang lagi,” papar Justin.
 
Kehadiran dua anak dalam rumah tangga tak lantas membuat Justin dan Tiffany lupa menikmati hubungan percintaan mereka. Tetap penuh romansa, kehangatan, dan sukacita, seperti ketika mereka masih pacaran.
 
Keduanya tentu mengasihi Shane dan Nicho, tapi yang selalu jadi prioritas adalah hubungan mereka terlebih dahulu. Karena mereka percaya, jika hubungan ayah dan ibunya baik, maka kebaikan itu bisa diturunkan kepada anak-anak.

Maka, dalam keseharian, Justin dan Tiffany tak pernah mengenyampingkan quality time berdua. Mereka kerap menitipkan Shane dan Nicho kepada orang tua agar mereka bisa hangout bersama, menonton ke bioskop di tengah malam, atau makan malam berdua saja.
 
“Ini penting bagi kami. Anak jangan sampai membuat kami berdua tidak bisa menikmati hubungan kami lagi. Karena menurut saya, kasih sayang itu harus dari orang tuanya dulu. Kalau suami mengasihi istrinya dengan sepenuh hati, baru dia bisa mengasihi anak-anaknya,” cerita Justin, berharap ia dan Tiffany bisa menjadi panutan bagi kedua anaknya tentang bagaimana seharusnya mereka mengasihi pasangannya kelak. (f)

Baca Juga:

Iqbal Candra Pratama & Sarah Tria Monita. Mengawinkan Emas Asian Games 2018

Dua Dekade Pasangan Emas Susi Susanti - Alan Budikusuma

Atalia Praratya, Mengimbangi Langkah Gesit dan Cepat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

 



Topic

#selebritas, #kisahcinta

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?