6 Mar 2018
Belajar Menjadi Orang Tua Ideal
Rupanya, mereka belajar dari pengalaman masa lalu. Pada tahun 2012 hingga 2013, saat Irfan tergabung dengan klub sepak bola di Thailand, mereka sempat tinggal terpisah. “Itu adalah masa-masa tersulit bagi kami,” kata Irfan. ”Suatu kali kami bertemu di bandara. Saya sangat rindu pada istri dan putri saya, tapi ternyata Kiyomi menolak kehadiran saya. Dia menangis keras, seolah saya orang asing.”
Hal ini memukul perasaan Irfan. Ia kemudian melakukan hal yang juga ia sesalkan di kemudian hari. ”Ketika Kiyomi terus menolak saat digendong, dan saya lelah berusaha, akhirnya saya bersikap, ya sudahlah, jika ia tidak mau menerima papanya. Tapi, saat itu kan saya masih muda,” kata Irfan.
Untunglah Jennifer bisa menjadi jembatan yang mempersatukan keduanya. Jennifer selalu melibatkan Irfan dalam kegiatan pengasuhan. Ketika ia mendongeng untuk Kiyomi misalnya, maka ia akan mengarahkan putri sulungnya itu untuk juga mendengarkan dongeng dari papanya. Melibatkan sang papa dalam kegiatan pengasuhan rupanya menjadi obat yang manjur. Kiyomi yang saat itu berusia sekitar satu tahun akhirnya mau menerima kehadiran papanya secara perlahan. “Butuh waktu sekitar satu tahun untuk membuat kami dekat,” kata Irfan.
Meski tinggal di Jepang memberikan kenyamanan, ada kerinduan dalam hati mereka pada Indonesia. Apalagi Irfan kerap dipanggil untuk membela tim nasional, demikian juga Jennifer yang cukup sering diundang di berbagai acara yang berhubungan dengan profesinya sebagai fashion blogger. Tidak heran, keduanya mengaku senang ketika Irfan direkrut untuk memperkuat tim Serdadu Tridatu, julukan Bali United. Pulau Bali dianggap ideal untuk kedua buah hati mereka. “Ini tempat yang menjadi pertemuan antarbudaya, antaragama. Bali juga menjadi tempat yang ramah bagi Kiyomi dan Kenji. Mereka lebih bebas bermain, memiliki kesempatan luas untuk mengeksplorasi alam,” kata Irfan, yang bersama Jennifer memutuskan untuk tidak memiliki asisten rumah tangga.
Uniknya, meski sangat aktif di media sosial, Jennifer justru menjauhkan anak-anaknya dari gawai, juga televisi. “Saya tidak mau mereka menjadi terlalu asyik pada gawainya, tidak bicara satu dengan yang lain, dan lesu ketika lupa membawa gawai. Saya berpikir, hal ini kurang baik,” kata Jennifer. Sebagai solusi, Jennifer akan memberikan back pack, yang isinya berupa mainan dan makanan kecil, kepada kedua anaknya. Selain itu, sebagai orang tua, baik Irfan maupun Jennifer berkomitmen hanya membuka gawai di saat-saat tertentu. “Saat makan malam, kami akan mematikan gawai dan fokus pada keluarga,” kata Irfan.(f)
Topic
#KisahCinta
Terbesar! 320 Jenama Ikut Meramaikan Brightspot Market 2025
Future Archive jadi tema Brightspot Market 2025 yang digelar pada 29 Mei-1 Juni dan 5-8 Juni 2025.
Besok, Hidangan dari Buku Pusaka Rasa Nusantara Karya Chef Ragil Ada di Conrad Bali
Memperkenalkan buku istimewa, menunjukkan ke warga Bali akan kayanya Nusantara.
Disney On Ice: Find Your Hero Bakal Tampil di Jakarta dan Surabaya
Siapa yang sudah rindu karakter Disney yang meliuk-liuk di atas es? Siapkan dirimu untuk kehadiran Disney On Ice presents Find Your Hero.
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mengganti Gel Polish
Kuku cantik sekaligus sehat dan kuat.
The Furious: Aksi Brutal Demi Selamatkan Orang Tercinta
Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali dipertemukan setelah The Raid (2011), kali ini dalam film laga dengan aksi tarung lintas budaya.
Menikmati Tradisi yang Terus Bergerak di SU MA Volume 6, Passage
Chef Brendon Chen dan Chef Ryan Kim membawa SU MA ke babak berikutnya dan Femina diajak mencoba.
5 Cara Menikmati Tengah Minggu Meski Lagi Sibuk-sibuknya
Belum juga akhir pekan, tapi kamu keburu Lelah fisik dan mental?
Kagetkan Fans, Sooyoung dan Jung Kyung-ho Putus Setelah 14 Tahun Bersama
Di saat fans mengira mereka sedang mempersiapkan pernikahan, kabar ini jatuh seperti bom.
Dengan Teknologi EXO3, Elara Skin Indonesia Perkenalkan Pengalaman Skincare Lebih Personal
Inovasi teknologi untuk beauty ritual dari rumah.