True Story
Ana Halozan, Sang Juara Sejati

10 Feb 2016



Kesibukan di dunia pendidikan tidak mampu meredam cita-cita wanita bertinggi tubuh 182 cm ini untuk menjadi model terkenal. Dan impian itu berhasil ditebusnya pada 3 Oktober 2015, saat Ana dinobatkan menjadi Miss Slovenia yang mewakili negaranya di ajang Miss Universe. Salah satu hadiahnya adalah beasiswa sebesar €20,000 untuk belajar di Zagreb School of Economics and Management.

“Semua orang berkata pada saya, ‘kamu pasti sedih karena tidak bisa mengikuti acara pemilihan Miss Universe. Namun saya jawab, jangan menangisi saya karena saya tidak apa-apa. Tak usah cemas. Saya pasti bisa mengatasi hal ini’,” tutur Ana.
 
Begitu diizinkan keluar dari RS, Ana langsung melakukan pemotretan dengan fotografer resmi Miss Universe 2015, Fadil Berisha. Ana melewatkan sesi pemotretan sebelumnya karena sedang dirawat di rumah sakit. Fadil mengundang Ana ke studionya di New York.

“Saya kira Ana akan pulang ke Slovenia setelah agak pulih. Namun pihak penyelenggara Miss Universe menghubungi saya. Ternyata Ana bertekad untuk tetap melakukan pemotretan. Saya merasa mendapat kehormatan memotretnya,” ucap Fadil.

Dukungan untuk Ana mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari Dokter Fema Aquino – Shah yang merawat Ana. “Saya bertemu Miss Slovenia dalam kesempatan yang tidak menyenangkan. Namun saya tak menyangka seorang ratu kecantikan bisa sebaik dan serendah hati dia. Dialah ratu kecantikan sejati!” ungkap Dokter Ferma. Ia yakin bahwa Ana bisa pulih lagi dalam waktu cepat.

Advertisement
Ucapan sang Dokter ini jelas melambungkan semangatnya. “Jika seorang dokter dari Las Vegas berkata seperti ini, saya benar-benar merasa Tuhan bersama saya. Let’s do it! I’m back!” kata Ana. Tidak sedikit yang dibuat kagum oleh semangat Ana, salah satunya. Miss Singapura 2002, Nuraliza Osman. "Ketika
Ana muncul di panggung, semua orang di auditorium berkaca-kaca. Kami tergugah oleh kekuatannya,” ujar Nuraliza.

Rekan sesama finalis, Miss Singapura 2015 Lisa Marie White berkata, “Saya tadinya tidak mengetahui insiden Miss Slovenia, tetapi kini saya amat mengagumi dan menghormati Ana. Saya senang ia diberi kesempatan untuk tetap tampil di ajang Miss Universe.” Demikian juga

Ketegaran Ana berhasil menginspirasi orang-orang yang pernah mengalami serangan kejang yang sama. Di laman Facebook Ana, mereka menuliskan pesan-pesan penyemangat. “Ana, kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini. Saya juga pernah mengalami kejang. Kamu berani dan menginspirasi kami,” ungkap Melinda Wagner, wanita yang pernah mengalami sakit yang sama.

Seorang pengagum lain, Malissa Lincoln Mcgregor, juga mengalami kejadian serupa. Wajah kanannya lumpuh sejak berusia 17, dan kini usianya 44 tahun. “Mulai sekarang saya akan lebih sering tersenyum sepertimu. Kepercayaan dirimu telah mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan,” ungkap Malissa.(f)
 
Eyi Puspita
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?