“Semua orang berkata pada saya, ‘kamu pasti sedih karena tidak bisa mengikuti acara pemilihan Miss Universe. Namun saya jawab, jangan menangisi saya karena saya tidak apa-apa. Tak usah cemas. Saya pasti bisa mengatasi hal ini’,” tutur Ana.
“Saya kira Ana akan pulang ke Slovenia setelah agak pulih. Namun pihak penyelenggara Miss Universe menghubungi saya. Ternyata Ana bertekad untuk tetap melakukan pemotretan. Saya merasa mendapat kehormatan memotretnya,” ucap Fadil.
Dukungan untuk Ana mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari Dokter Fema Aquino – Shah yang merawat Ana. “Saya bertemu Miss Slovenia dalam kesempatan yang tidak menyenangkan. Namun saya tak menyangka seorang ratu kecantikan bisa sebaik dan serendah hati dia. Dialah ratu kecantikan sejati!” ungkap Dokter Ferma. Ia yakin bahwa Ana bisa pulih lagi dalam waktu cepat.
Ana muncul di panggung, semua orang di auditorium berkaca-kaca. Kami tergugah oleh kekuatannya,” ujar Nuraliza.
Rekan sesama finalis, Miss Singapura 2015 Lisa Marie White berkata, “Saya tadinya tidak mengetahui insiden Miss Slovenia, tetapi kini saya amat mengagumi dan menghormati Ana. Saya senang ia diberi kesempatan untuk tetap tampil di ajang Miss Universe.” Demikian juga
Ketegaran Ana berhasil menginspirasi orang-orang yang pernah mengalami serangan kejang yang sama. Di laman Facebook Ana, mereka menuliskan pesan-pesan penyemangat. “Ana, kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini. Saya juga pernah mengalami kejang. Kamu berani dan menginspirasi kami,” ungkap Melinda Wagner, wanita yang pernah mengalami sakit yang sama.
Seorang pengagum lain, Malissa Lincoln Mcgregor, juga mengalami kejadian serupa. Wajah kanannya lumpuh sejak berusia 17, dan kini usianya 44 tahun. “Mulai sekarang saya akan lebih sering tersenyum sepertimu. Kepercayaan dirimu telah mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan,” ungkap Malissa.(f)
Eyi Puspita