Trending Topic
Tip Jaga Kesehatan Mental di Tengah Situasi Sekarang, Nomor 5 Tidak Boleh Dilupakan!

31 Aug 2025

Jaga kesehatan mental dan percaya bahwa situasi negara kita bakal membaik. Foto ilustrasi: Canva


Di tengah panasnya situasi sosial-politik akibat tingkah pejabat publik, demonstrasi, kejadian duka, dan banjir informasi yang serasa tak ada habisnya, sangat wajar jika kamu merasa lelah, cemas, atau bahkan frustrasi. 

Namun, jangan biarkan kebisingan ini merusak ketenangan batinmu.

Kesehatan mental adalah aset paling berharga yang harus dijaga. Ini bukan soal mengabaikan realitas, melainkan tentang membangun benteng diri agar kamu bisa tetap kritis, produktif, dan berkontribusi secara positif, tanpa harus mengorbankan kewarasan diri sendiri.

Menjaga kesehatan mental akan membuat kamu sebagai pejuang, meski hanya di ranah digital, bisa lebih cerdas dan waras dalam mengambil keputusan. 

Tip berikut bisa kamu terapkan, sambil berdoa agar negeri kita kembali tenang, damai, dan menjadi tempat indah yang adil dan menyenangkan untuk tumbuh bersama.

1/ Kurasi sumber informasi

Algoritma media sosial dirancang untuk memanjakan kita dengan konten yang kita sukai, termasuk pandangan politik. Ini menciptakan "ruang gema" (echo chamber) yang membuat kita semakin yakin dengan pendapat sendiri dan antipati terhadap yang lain.

Pilih beberapa sumber berita tepercaya. Jangan hanya mengandalkan satu media atau satu platform. Tetapkan waktu khusus untuk mengonsumsi berita (misalnya 15-30 menit di pagi hari), dan hindari menggulir linimasa politik di malam hari (rawan bikin stres!).
 

2/ Bukan sekadar beropini

Di era post-truth ini, emosi sering kali lebih dominan daripada fakta. Berita bohong (hoax) dan disinformasi menyebar sangat cepat, memicu amarah dan perpecahan.

Sebelum membagikan sesuatu, luangkan waktu sejenak untuk verifikasi. Tanyakan kepada diri sendiri, Apakah sumbernya kredibel? Apakah ini fakta atau opini? Apakah ini mencoba memanipulasi emosiku?

Latih kemampuan berpikir kritis alih-alih hanya bereaksi secara instan. Jadilah edukator, bukan penyebar kebencian.
 

3/ Tetapkan batasan sehat dalam diskusi

Tidak semua perdebatan layak dilayani. Terkadang, mempertahankan hubungan jauh lebih penting daripada memenangkan argumen alias (sekali-sekali) mengalah.

Advertisement
Jika percakapan di grup mulai memanas dan berpotensi merusak hubungan personal, dengan sopan katakan, "Aku tidak tertarik membahas ini sekarang," atau "Mari kita sepakat untuk tidak sepakat." 

Jika teman di media sosial terus menyebarkan konten yang membuatmu tidak nyaman, tekan tombol unfollow atau mute. Kamu berhak untuk menciptakan lingkungan digital yang damai.
 

4/ Fokus pada hal yang lebih berdampak

Situasi politik nasional memang penting, tetapi kita tidak bisa mengendalikan semuanya. Merasa tidak berdaya hanya akan menambah stres.

Alihkan energimu kepada hal-hal yang benar-benar bisa kamu ubah. Terlibat dalam kegiatan komunitas, menjadi relawan, atau mendukung inisiatif sosial yang sejalan dengan nilai-nilaimu. 

Kontribusi kecil di tingkat lokal bisa memberikan dampak nyata yang lebih besar bagi kesehatan mentalmu daripada berdebat tanpa ujung di media sosial.

5/ Konsisten merawat diri

Di tengah badai, kita perlu jangkar yang kuat. Jaga pola tidur, nutrisi, dan aktivitas fisikmu. Kesehatan mental dan fisik saling berkaitan erat.

Temukan hobi yang menenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik, berkebun, atau berolahraga. Luangkan waktu untuk bermeditasi atau sekadar menikmati keheningan. 

Jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau profesional jika kamu merasa kewalahan. Ingat, meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian.
 

6/ Rayakan keberagaman, bukan perbedaan

Polarisasi politik sering kali ingin memecah kita menjadi "kita" dan "mereka." Padahal, keberagaman adalah kekayaan terbesar bangsa ini.

Kenali dan hargai teman-temanmu yang memiliki pandangan berbeda. Pahami bahwa pilihan politik seseorang tidak mendefinisikan seluruh identitasnya. Fokus pada hal-hal yang menyatukanmu dengan orang lain, seperti minat, hobi, atau nilai-nilai kemanusiaan.

Pada akhirnya, perjalanan politik adalah maraton, bukan sprint. 

Dengan menjaga kesehatan mental, kamu tidak hanya melindungi dirimu sendiri, tetapi juga memastikan bahwa kamu memiliki energi dan kejelasan pikiran untuk menjadi agen perubahan yang konstruktif di masa depan. 

Tetap waras, tetap kritis, dan teruslah menjadi pribadi yang bijaksana, Sahabat Femina calon pemimpin masa depan! (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?