Foto: Shutterstock
Saat ini uji klinis vaksin COVID -19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.
Apakah masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun juga akan diberikan vaksin COVID-19?
Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usiaterbanyak terpapar COVID-19.
Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diujicobakan pada orang dewasa usia 18-19 tahun yang sehat, akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.
Apakah vaksin COVID-19 melindungi secara jangka panjang?
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dar perlindungan vaksin COVID-19.
Meski pada saat darurat dan dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektifitas vaksin adalah prioritas utama. Pengembangan vaksin tetap harus melalui tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari:
- Tahap praklinik
- Tahap klinis (fase 1-3)
- Penetapan penggunaan vaksin
Ampuhkah vaksin COVID-19 melindungi dari penularan?
Efek perlindungan vaksin masih menunggu hasil uji klinis fase III dan pemantauan selesai. Namun, sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.
Perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perlu diikuti dengan kapatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M.
Jaga Jarak Kurangi Risiko Penularan COVID-19 Hingga 85%, Yuk Hindari Berkerumun!
Pastikan Vaksin COVID-19 Aman dan Berkhasiat
Belajar Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Yang Orang Tua Perlu Tahu
Topic
#vaksincovid, #ingatpesanibu, #3M, #satgascovid-19