Trending Topic
Tak Perlu Tersinggung, Begini Kira-kira Gambaran Khas Orang Indonesia Zaman Now

5 Nov 2018


Tren Berganti Identitas
 
Secara konvensional, kita mengenal istilah personal branding, yaitu kita perlu memiliki karaker atau statement tertentu yang membuat orang lain segera bisa mengenali kita dengan mudah. Statement ini bisa lewat gaya berbusana, misalnya. Tapi, hal ini akan sangat terlihat jadul ketika kita bicara tentang ponsel, termasuk nomor operator telepon seluler. Orang kita paling gampang berganti ponsel, juga berganti nomor ponsel apalagi sebelum ada aturan registrasi nomor ponsel diterapkan.
 
Mungkin kita tidak bisa paham, mengapa seseorang merasa harus segera berganti handphone gara-gara ada seri terbaru diluncurkan. Padahal, menilik fungsinya, handphone yang dimiliki masih berfungsi baik, dan belum terlalu ketinggalan zaman.
 
Tapi mungkin kita tidak habis pikir dan yang puyeng, ketika mbak asisten rumah tangga kita bolak-balik ganti nomor handphone, sehingga rasanya kita sudah kehabisan ide untuk memberi nama di halaman kontak: mulai dari mbak 1, mbak 2, mbak 3, bosan pakai angka, ganti kita kasih nama mbak baru, mbak terbaru, mbak paling baru... dan entah apa lagi yang lain.
Advertisement
 
“Soal ganti-ganti nomor telepon, kita mungkin tidak paham logikanya. Apakah hanya sekadar mencari paket murah. Namun, kita bisa membaca dari sisi lain, bahwa menjadi sesuatu yang lain itu lebih mengasyikkan daripada setia pada satu identitas,” kata Bambang.
 
Dengan demikian bisa dipahami, ketika seseorang mengganti ponsel miliknya dengan yang baru, maka ia menjadi orang yang baru, menjadi orang yang lain lagi. Misalnya, ‘Oh, saya adalah kelompok pemakai iPhone X,’ atau ‘Saya pemakai Samsung Galaxy S9,’ dan lain sebagainya.
 
“Orang mengejar sesuatu yang baru dan difasilitasi oleh produsen yang menawarkan banyak pilihan. Seseorang dimungkinkan jadi lebih mudah memasang identitas baru. Hal inilah yang membuat produsen ponsel terus- menerus mengeluarkan seri terbaru, meski kualitasnya tidak awet. Produsen yang tidak memberikan sesuatu yang baru, maka ia akan ketinggalan.”
 


Topic

#politik, #trendingtopic, #jokowi, #prabowo, #pemilu

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?