Foto: Rahma Wulandari
Program ini menekankan bahwa pemahaman tentang gender pada usia dini hingga anak usia 8 tahun sangat penting untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak perempuan dalam jangka panjang. Selain lewat buku ajar, pemahaman ini ditanamkan lewat berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak di sekolah dan komunitas.
Selain Indonesia, penghargaan ini juga diterima oleh Zimbabwe lewat The Female Students Network Trust yang berpusat di Harare. Inisiatif organisasi ini dalam memperjuangkan lingkungan belajar yang aman dan kebijakan tegas tentang kekerasan seksual terhadap remaja dan wanita dalam institusi pendidikan. Dua organisasi itu juga mendapat hadiah dana sebesar 50 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp58 juta dari pemerintah Tiongkok.
Kesetaraan dan keadilan gender di bidang pendidikan telah menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2002. Komitmen ini juga mengacu pada komitmen internasional tentang Education for All (EFA) dalam Kesepakatan Dakar di World Economic Forum (2000) tentang perluasan akses pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar untuk anak perempuan, perbaikan tingkat keniraksaraan dan kecakapan hidup, dan menghapus disparitas gender dalam pendidikan dasar dan berkelanjutan bagi semua orang dewasa.
Ini merupakan penghargaan ketiga yang diterima Indonesia dari UNESCO. Sebelumnya, Indonesia telah meraih UNESCO King Sejong Literacy Prize pada September 2012, UNESCO-Japan Prize on Education for Sustainable Development pada November 2015 lalu. Selamat! (f)
Topic
#pendidikan