Trending Topic
Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksinasi COVID-19

26 Jan 2021


Foto: Shutterstock


Banyak masyarakat yang masih bingung apakah vaksin COVID-19 aman untuk dilakukan dan bagaimana tata cara pelaksanaan vaksinasi COVID-19? Walaupun saat ini distribusi vaksin COVID-19 masih dalam tahap awal untuk tenaga kesehatan, tidak ada salahnya kita memahami lebih lanjut vaksin COVID-19 dan persiapan yang harus dilakukan sebelum vaksinasi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang, dr Tolhas Banjarnahor Sp.PD-FINASIM mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang disuntikkan dalam tubuh kita mengandung bagian dari virus Sars-CoV-2 yang sudah mati. 

Vaksin COVID-19 tersebut akan merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi terhadap bagian virus Sars-CoV-2 yang ada dalam vaksin. “Antibodi yang terbentuk ini akan melindungi kita apabila virus Sars-CoV-2 masuk ke dalam tubuh. Dengan vaksinasi, seseorang dapat terhindar dari infeksi virus Sars-CoV-2 atau paling tidak hanya gejala ringan saja yang akan dialami oleh seseorang jika terpapar virus Sars-CoV-2,” ujar dr Tolhas.

Lantas apa yang harus dipersiapkan seseorang yang akan divaksin COVID-19? Hingga saat ini memang belum ada anjuran dari pemerintah bahwa seseorang harus melakukan pemeriksaan PCR sebelum melakukan Vaksin COVID-19. 

“Cukup mengisi lembar screening yang telah disiapkan sebelum vaksinasi dilakukan untuk menentukan apakah seseorang bisa mendapatkan vaksin atau tidak,” ujar dr Tolhas.

Sebelum melakukan persiapan vaksin COVID-19, setiap masyarakat perlu melakukan pola hidup sehat. Bagi yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, asma dan beberapa penyakit lainnya, maka mereka harus memastikan kondisi kesehatannya terkontrol dengan baik. 

“Sebaiknya, seseorang yang memiliki penyakit kronis perlu melakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyakitnya sudah terkontrol atau belum. Pada kondisi tertentu, seseorang dengan penyakit kronis diperlukan rekomendasi dari dokter yang merawat apakah boleh mendapatkan vaksin atau tidak,” jelasnya.
Advertisement

Lebih lanjut dr Tolhas menjelaskan sebaiknya vaksinasi ditunda apabila mengalami gejala seperti suhu tubuh di atas 37.5° Celcius; sedang dalam kondisi sakit; terinfeksi COVID-19; menderita penyakit yang belum terkontrol seperti asma, TBC, diabetes melitus, dan hipertensi hingga penyakit tersebut terkontrol lagi dengan baik. 

“Namun, jika seseorang mengalami penyakit komorbid atau kronis yang terkontrol, maka ia boleh dilakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter,” ujar dr Tolhas.

Berikut beberapa kondisi seseorang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 menurut dr Tolhas:

  1. Seseorang dengan riwayat alergi terhadap vaksin atau komposisi yang ada di dalam vaksin dan seseorang yang dapat mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin. 
  2. Seseorang dengan riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol.
  3. Seseorang dengan kelainan atau penyakit kronis (gangguan jantung berat, hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakit ginjal yang berat, penyakit hati, tumor, dan penyakit kronis yang tidak terkontrol lainnya).
  4. Seseorang dengan riwayat gangguan sistem imun atau mendapat terapi yang mengganggu sistem imun dalam 4 minggu terakhir.
  5. Riwayat epilepsi atau penyakit gangguan penurunan fungsi saraf. 
  6. Ibu hamil dan menyusui.
  7. Seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19.
  8. Khusus vaksin Sinovac, seseorang yang berusia di atas 59 tahun dan di bawah 18 tahun.
  9. Khusus Moderna dan Pfizer, seseorang yang berusia di bawah 16 tahun.

Walaupun sudah dilakukan vaksin, kita harus tetap melakukan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan olah raga dengan rutin dan teratur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin dan mineral.

“Karena vaksin tidak bisa mencegah 100% infeksi COVID-19, maka kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak),” tutup dr Tolhas. (f) 


Baca Juga: 
9 Hal yang Kerap Terlewat Saat Memakai Masker
Belum Sempat Divaksin, Ketua Satgas Doni Monardo Umumkan Dirinya Positif COVID-19
Waspada, Makan Bersama Berisiko Tinggi Penularan COVID-19
 



Faunda Liswijayanti


Topic

#3M, #ingatpesanibu, #corona, #covid19

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?