Foto: Honda Tranggono
Usai santap malam istimewa, Obin Komara, maestro pengolah dan pembuat kain tradisional kontemporer membagi insight tentang perjalanan hidup serta perjuangannya dalam berkarya bersama dua wanita hebat lainnya yaitu Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia dan Swietenia Puspa Lestari, Top 100 BBC Women 2019 dan pendiri Divers Clean Actions.
Obin Komara membuka sesinya dengan bertanya pada para tamu, “Do you know why I’m famous?”. Suaranya yang lembut membuat hadirin di Nusantara Ballroom The Dharmawangsa terpana. “Okay, let me tell you my story, then,” lanjutnya.
Foto: Honda Tranggono
Lantunan kata-kata Obin, langsung membawa hadirin memasuki dunia Obin. Menjalani sekolah dasar di Hong Kong, Obin muda memutuskan bahwa sekolah bukanlah hal yang tepat untuknya. Pindah ke Jakarta, ia tumbuh besar di Jalan Kopi, Kota Tua, dimana ayahnya membuka bisnis agen travel pertama di Indonesia. Obin pun tumbuh sebagai gadis yang gemar memperhatikan dinamika masyarakat daerah pecinan Jakarta.
Kesadaran Obin bahwa Indonesia memiliki beragam teknik pewarnaan dan motif wastra, namun harus membeli kain dasarnya dari negara lain, membuat Obin ingin membuat kain tenun yang dapat dikenakan sebagai busana siap pakai.
Berawal dengan hasil tenunan yang tebal dan hanya dapat digunakan untuk interior, Obin dan tim akhirnya berhasil memproduksi kain tenun yang cukup ringan dan halus untuk dikenakan sehari-hari. Dalam pengembangannya, kain hasil olahan Obin juga merambah kain nusantara lainnya seperti batik dan jumputan dengan berbagai olahan warna dan tekstur, serta desain dan potongan yang sangat Obin.
“Tradition is who we are… Modern is the way we think,” ungkap wanita keturunan Tionghoa dengan ayah asal Surabaya dan ibu asal Medan. Kepada para wanita yang hadir, Obin berbagi bagaimana ketekunan dan kesadaran diri dalam berpikir modern untuk menjaga tradisi bagi generasi penerus menjadi tugas mulia para perempuan Indonesia.
Foto: Honda Tranggono
Sebelum Obin berbagi kisahnya, Swietenia yang berusia 24 tahun nampak passionate menyampaikan misinya membersihkan sampah di teluk Jakarta. Kepedulian wanita yang akrab disapa Tenia ini pada sampah dan kelestarian laut sudah dimulai sejak beberapa tahun belakangan.
Berbagai langkah besar dilakukan wanita lulusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menjadikan laut Indonesia yang lebih bersih lewat gagasan #NoStrawMovement yang telah membuat 700 gerai restoran siap saji menghentikan konsumsi sedotan plastik. Atas kontribusinya tersebut, Tenia mendapat predikat BBC’s 100 Most Influential Women 2019 dalam bidang lingkungan.
Dibalik kekuatan hati Tenia dalam menyuarakan gerakan lingkungan yang digagasnya, Swietenia bercerita tentang masa kecilnya yang mengalami perundungan karena warna kulitnya yang gelap akibat kegemarannya bermain di laut. Ia juga kerap mengalami cat calling saat beraksi membersihkan laut dari sampah plastik. Ia juga beebrapa kali diremehkan karena usianya yang masih muda sedangkan ia banyak datang ke kantor-kantor pemerintah untuk mengajak bekerja sama. Namun, tekad kuat Tenia mengalahkan semua itu hingga ia kini bisa berdiri tegak menyuarakan program-program lingkungan yang ia gagas.
Foto: Honda Tranggono
Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia juga berbagi pengalaman hidupnya dalam menyeimbangkan perjalanan karir dan kehidupan sebagai ibu dengan dua anak yang beranjak remaja. “Saya bukan dari keluarga kaya, bukan lulusan luar negeri, sempat bimbang apakah mampu menjadi CEO pertama di Sunlife Indonesia yang merupakan orang Indonesia,” lanjutnya.
Sekali lagi, ia mengatakan bahwa tekad dan kerja keras serta pengorbanan mengantarkannya di posisi tertinggi di Sun Life Indonesia. Ia pun berusaha untuk menyeimbangkan kehidupannya dengan pekerjaan, hal yang kerap dianggap sulit, namun bagi Elin sebenarnya bisa dilakukan oleh semua wanita. “Anak sulung saya amat dekat dengan saya dan anak perempuan saya mengatakan kalau saya adalah her best friend, jadi kita sebagai perempuan can actually have it all,” kata Elin, bahagia. (f)
Baca Juga:
Menciptakan Generasi Inklusif
Wanita Sebagai Penggerak Lingkungan
Memaknai Bisnis, Tak Sekadar Mencari Keuntungan
Topic
#indonesianwomensforum19, #iwf19, #powerdinner