Profile
Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia : Memulai Dari Nol

12 Aug 2019


Dok. Femina Media / Adelli Arifin



Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, memulai kariernya dari posisi paling bawah. Mulai dari mengerjakan investment, payroll, hingga dipindahkan ke bagian training, sales, operations, dan project management. Walau sempat bingung dengan jalur kariernya, akhirnya ia masuk ke bagian sales.
 
Ketika Sun Life Financial Indonesia menawarkan posisi chief distribution officer, Elin tak melewatkan kesempatan itu. Ia percaya diri dengan pengalaman dan skill yang dimilikinya, hingga akhirnya menduduki posisi Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia.
 
Apa momen terendah dalam karier?
 
Ketika anak sulung saya masuk kelas 4 SD, dia sempat mengalami kesulitan belajar. Ini membuat saya memutuskan pindah kerja ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah. Keputusan yang membuat saya sempat bertanya dalam hati, apakah ini tepat?
 
Ini momen yang sulit bagi saya karena saat itu saya masih berusaha menyeimbangkan antara karier dan keluarga. Namun, saat itu saya juga sadar bahwa yang penting adalah prioritas. Lebih baik saya menurunkan level karier 1 step, tapi tetap bisa mengutamakan prioritas saya saat itu yaitu anak.
 
Berkarier di dunia asuransi, apa tantangan terbesarnya?
 
Ketika saya diminta jadi CEO, jujur saja saya takut. Saya adalah orang Indonesia pertama yang jadi CEO di perusahaan multinasional ini. Bukan karena saya wanita, tapi lebih karena saya khawatir jika saya gagal sebagai CEO pertama dari Indonesia,maka akan menghilangkan kepercayaan mereka terhadap orang lokal.
 
Sampai akhirnya orang nomor satu di Sun Life, Kanada, menghubungi langsung dan mengatakan bahwa kesempatan tidak pernah datang di saat yang tepat, tapi antara datang terlalu cepat atau terlalu lama. Dari situ saya mulai mantap untuk mengambil posisi ini.
 
Apa yang kerap menghambat wanita dalam karier?
 
Advertisement
Banyak wanita yang merasa kurang percaya diri dengan kemampuannya. Padahal sebenarnya, potensi diri mereka tak kalah baik dengan rekan kerja pria.
 
Mengapa wanita terkadang merasa terbatasi dalam mengembangkan kariernya, itu adalah karena dirinya sendiri. Wanita kerap merasa bersalah meninggalkan anak bekerja, sehingga menjadi alasan mereka untuk tidak meniti karier yang lebih tinggi.
 
Pencapaian membanggakan?
 
Saya bukan datang dari keluarga kaya, bukan anak paling pintar, tidak sekolah di luar negeri. Saya bisa sampai di posisi ini karena saya ingin berubah, saya pekerja keras, dan saya tahu apa yang saya inginkan.
 
Kalau saya bisa memulai karier benarbenar dari nol dengan gaji pertama hanya Rp700.000, wanita mana pun juga bisa melakukan hal yang sama. Saya selalu senang kalau bisa mendorong temanteman agar bisa lebih maju tanpa harus merasa takut.
 
Prinsip keuangan yang Anda terapkan dalam keluarga?
 
Semua anggota keluarga tahu bahwa saya selalu bawel mengingatkan mereka untuk menerapkan konsep ‘wants and needs’. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan, bukan karena keinginan.
 
Jika dalam bisnis konsep ini diterapkan untuk mendapatkan hasil, maka dalam lingkup keluarga konsep ini dilakukan untuk tahu apakah yang kita beli itu worth it atau tidak, sehingga pengeluaran kita lebih efisien. (f)


BACA JUGA :
Inna Chandika, Chief of Staff Tokopedia, Tak Pernah Berhenti Belajar
Menantang Diri Di Dunia Digital ala Lucy Novita Prasmono, Creative & Digital Strategy Director Kaskus
Marcella Einstein, VR Product Tiket.com dan Founder Indonesia Flight

 


Topic

#wanitakarier, #wanitapemimpin

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?