Wanita, khususnya di Asia, seringkali merasa tertekan oleh tuntutan dari masyarakat. Mirisnya, keluarga atau bahkan orang tua mereka sendiri yang kadang, tanpa di sadari, telah menekan wanita untuk bersikap feminin dan keibuan, dan juga menargetkan di usia berapakah mereka harus menikah dan memiliki buah hati.
Silvia Basuki (Sales and Marketing Director of the Golden Space Indonesia) pernah berada di posisi tersebut. Dalam master class Indonesian Women's Forum 2019 bertajuk Unlocking Women Limitless Power, Silvia bercerita bahwa ia sempat mengidap penyakit autoimun yang mengharuskannya untuk rutin mendapat suntik obat. Tekanan dalam keluarga membuat kondisinya semakin buruk, namun ia tidak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan.
Mengalami keguguran menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia akhirnya mencari jalan alternatif untuk menyembuhkan penyakitnya. Silvia mulai tertarik untuk mencoba holistic healing, dan merasa jatuh cinta dengan metode tersebut. “Our heart is scientifically 10,000 electrically stronger than the brain,” ungkap Silvia dalam masterclass Wellbeing Series yang diselenggarakan bersama the Golden Space Indonesia.
Menurut Silvia, bersyukur adalah kunci utama asupan kebahagiaan. “Grateful equals to a higher vibrate, which attracts joy, happiness, and different experiences,” ujarnya. Genetik memang memiliki peran dalam kesehatan mental, tetapi mengontrolnya bukanlah hal yang mustahil. Menurut Silvia genetik memang diturunkan dari orang tua, tapi kita bisa membiarkannya atau menghentikannya.
Kepada 50 audiensi yang hadir, Silvia bertanya, "Kapan terakhir kali Anda mengekspresikan diri yang paling tulus dari hati?" Pertanyaan ini ia kemukakan karena menurutnya wanita adalah kelompok yang paling sering merasakan tekanan untuk menjadi perfeksionisme, self judgements, kerentanan, dan ketidakmampuan untuk berbicara kebenaran (karena terbiasa).
Selain tekanan dari masyarakat untuk menjadi wanita yang sempurna, mereka juga tertekan untuk menjadi ibu yang sempurna. Padahal menurut Silvia, bagaimana wanita bisa memberi kasih sayang ke orang lain, kalau belum bisa mencintai diri sendiri? “Happy kids means happy mom is a very wrong statement,” ungkap Silvia. “Happy mom means happy kids, itu baru benar.”
Selain berbagi cerita dan pengalaman dengan audiensi, Silvia dan tim Golden Space Indonesia mengajak melakukan meditasi bersama di akhir acara. Sambil diiringi dengan alunan musik yang tenang, Silvia mengarahkan aturan napas dan diikuti dengan kata-kata yang memotivasi.
Ketika diminta berbagi pengalaman setelah meditasi selama 20 menit, kebanyakan dari audiensi mengatakan mereka merasa hati dan pikirannya lebih tenang dari pada sebelum mengikuti meditasi. (f)
Belinda Furati Millenia (Kontributor)
Editor : Nuri Fajriati
Baca Juga:
Apakah Pria Masa Kini Masih Percaya Stereotipe Wanita?
Tip Pakar Untuk Menjalin Relasi Sehat dengan Uang
Pola Asuh Untuk Maksimalkan Potensi dan Kecerdasan Generasi Alpha
Topic
#iwf, #iwf 2019, #IWF19, #IndonesianWomensForum2019, #indonesianwomensforum, #thegoldenspace, #meditasi