Kepada: Samir, The love of my life
“Halo cintaku, apa kabarmu? Ibu berharap engkau baik-baik saja. Hanya ingin berkata bahwa segalanya baik-baik saja. Ibu minta maaf putraku, untuk segala sesuatu yang terjadi saat ini, perpisahan ini melukai jiwaku…”
“Namun Ibu ingin kau tahu, bahwa ibu tidak pernah meninggalkanmu putraku, ibumu di sini dan sering memikirkanmu. Hal pertama yang Ibu ingat setiap bangun adalah matamu dan ibu bisa merasakan pelukanmu setiap pagi dan juga kecupanmu, putraku…”
“Ibu sangat merindukanmu Samir, Ibu ingin kau tahu bahwa sesegera mungkin kita akan kembali bersama dan Ibu bisa kembali memelukmu. Ibu mencintaimu!!! Ingin ibu ucapkan ini secara langsung kepadamu, bahwa Ibu bangga padamu, engkau adalah tujuanku…”
Penggalan surat ini aslinya ditulis tangan dalam bahasa Spanyol oleh Levis untuk putranya Samir (6), yang belum pernah terpisah jauh darinya. Mereka adalah bagian dari imigran yang masuk melalui perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko yang harus menunggu proses asylum di lokasi terpisah.
Selasa (19/6) lalu, surat asli dan terjemahannya dipunggah oleh Michael Avenatti melalui akun twitter @MichaelAvenatti miliknya. Michael adalah pengacara yang menangani kasus para imigran, salah satunya, Levis.
Levis menulis surat ini kepada Samir setelah lebih dari dua minggu mereka tidak berjumpa atau berkomunikasi satu sama lain.
“Kata mereka (kepada Levis), putranya dibawa untuk ‘dimandikan’ dan akan dikembalikan lagi kepadanya. Ia adalah anak laki-laki lembut yang sangat terikat pada ibunya. Hal ini membuat ibunya sangat ketakutan,” ujar Michael mengungkapkan kekecewaannya melalui Twitter.