Foto: ImageCollect
Yang paling kontroversial dari sang pengusaha raksasa dalam upayanya menjadi pria paling berkuasa di dunia ini, adalah sikapnya yang rasis dan anti-imigran. Sikap ini tentunya mendapat pertentangan besar, mengingat AS adalah salah satu negara dengan imigran terbesar di dunia, banyak di antaranya adalah kaum hispanik atau latin. Dalam salah satu pidatonya, Donald menyebutkan bahwa di matanya, imigran Latin adalah orang-orang pembawa masalah, seperti narkoba, kejahatan, dan pemerkosaan.
Anggapan ini tentunya memicu amarah dari semua kalangan, baik partai republik ataupun demokrat. Namun, kalangan imigran Latin justru memanfaatkan kampanye kebencian ini dengan positif. Misalnya alumni serial Ugly Betty, America Ferrera, mengelaborasikannya dalam sebuah surat terbuka untuk Donald, yang isinya adalah ucapan terima kasih.
Dalam suratnya, aktris berdarah Honduras ini berargumen bahwa komunitas Latin adalah bagian besar dari masa depan AS. Selain Spanyol sudah menjadi bahasa kedua setelah Inggris, juga karena populasi Latin yang usia rata-ratanya lebih muda (27 tahun) daripada populasi kulit putih (42 tahun). Artinya sebagian besar populasi Latin memiliki hak pilih dan tidak akan membiarkan Donald Trump menang.
"Komentar Anda akan menyemangati American Latinos untuk memilih kandidat yang melawan Anda dan kandidat lain yang menggunakan retorik kekerasan... Negativisme dan pidato Anda yang tidak dipikirkan sungguh-sungguh mengobarkan 'api' dalam komunitas kami. Thank you, Mr. Trump!" tulisnya.
Selain surat tersebut, America dan sesama entertainer Latin seperti Zoe Saldana, Carlos Santana, Benjamin Bratt, dan Aubrey Plaza dan aktivis Latin lainnya juga menandatangani surat terbuka yang mengimbau komunitas mereka untuk tidak memilih Donald yang menebarkan kebencian pada pemilu November nanti. (f)
Topic
#DonaldTrump