Zayn dikatakan senang mengenakan baju Gigi, demikian juga sebaliknya. Tidak ada batasan soal motif, warna, dan model dalam fashion. Namun, ini dikritik oleh banyak orang, karena menurut mereka, gender fluid lebih dari sekadar wanita memakai baju pria dan pria memakai koleksi baju wanita.
Lalu, apa maksud gender fluid? Jika Anda berselancar di internet, akan terlihat beragamnya pendapat tentang arti gender fluid. Mari kita lihat dari sudut pandang mereka yang mendeklarasikan diri menganut gaya (style) gender fluid, seperti Jaden Smith (20), anak laki-laki dari aktor terkenal Will Smith, yang juga berprofesi sebagai aktor dan penyanyi. Ia mengatakan, ia tidak membedakan gaya wanita dan pria. Semua tergantung kenyamanan seseorang saja.
Baginya, baik wanita maupun pria sama bebasnya memakai motif bunga-bunga, menghias kuku, memakai sepatu hak tinggi, rok, celana panjang, berambut superpendek, dan lain-lain. Sesungguhnya, gaya gender fluid seperti yang ditunjukkan Jaden bukan hal baru. Musikus David Bowie dan Prince yang sangat terkenal pada tahun 1970 - 1990-an juga terkenal dengan gaya yang oleh masyarakat bisa dibilang tidak biasa.
Gender fluid bukan hanya soal fashion. Ada pesan yang ingin disampaikan di balik gaya yang fluid ini. Gender juga menyangkut peran dalam rumah tangga misalnya. Tak hanya Will dan Jada Pinkett Smith yang mendukung Jaden, beberapa orang tua di Hollywood, seperti penyanyi Pink, Megan Fox, dan Adele, mengaku berniat membesarkan anak-anak mereka dengan konsep ini.
Mereka tidak menanamkan bahwa anak perempuan harus bersikap begini dan berpakaian ini, dan anak laki-laki harus begitu dan berpakaian tertentu. Mereka bertekad membebaskan dan mendukung apa pun pilihan anak-anak mereka.
Topic
#gender