Academy Awards atau penghargaan Oscar tahun ini menuai kontroversi yang cukup signifikan sepanjang sejarahnya, karena dianggap tidak mempertimbangkan keragaman etnis di industri hiburan dan AS yang digadang-gadang sebagai negara multikultural. Pasalnya, dewan anggota Oscars yang didominasi oleh pria paruh baya berkulit putih itu, memilih nominasi yang sebagian besarnya adalah aktor dan aktris kulit putih pula. Meskipun host tahun ini adalah seorang komedian kulit hitam, Oscar diboikot oleh sejumlah aktor kulit hitam, seperti Will Smith dan Jada Pinkett-Smith.
Kontroversi tentang keragaman ini memicu banyak diskusi di kalangan aktor dari berbagai etnis minoritas, seperti Asia dan Amerika Latin. Sepertinya hampir semua aktor dari semua kalangan angkat suara soal masalah yang diberi hashtag #OscarsSoWhite ini. Namun, para sineas latinos cenderung lebih kalem. Seperti Alejandro González Iñárritu yang berdarah Meksiko sukses menyabet gelar Best Director untuk Birdman (2015) dan The Revenant (2016), sebuah prestasi yang mengagumkan.
Sementara Gina, yang memenangkan Golden Globe untuk Jane the Virgin, memutuskan untuk membuat hashtag #MovementMonday setiap Senin di akun Twitter-nya, @HereIsGina, untuk memberi highlight karya dari aktor dan filmmaker Amerika Latin yang ia kagumi. Yang pertama ia luncurkan adalah Oscar Isaac, bintang berdarah Guatemala yang sedang naik daun dan tahun ini muncul dalam film blockbuster seperti Star Wars: The Force Awaken dan X-Men: Apocalypse. "Kalau karya-karya mereka sukses di pasaran, akan ada lebih banyak latinos yang diajak untuk main dalam film blockbuster atau terpilih untuk menjadi pemeran utama di serial televisi," kata Gina, optimistis.
Sang bintang baru ini memang tidak menyia-nyiakan momentum dari kesuksesannya menjadi Jane sang perawan. Beberapa kali ia angkat bicara mengenai problema yang dihadapi oleh para pekerja film dari bagian selatan Amerika ini, terutama soal kurangnya representasi mereka dalam film. "Ada sekitar 55 juta hispanics atau latinos yang tinggal di AS. Meskipun kita memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tapi kalau kita bersatu kita bisa membuat film-film di box office meledak atau serial-serial televisi melonjak rating penontonnya," ungkapnya, berkobar.
Ia pun mengajak mereka yang serumpun untuk bersuara. "Mari membuat suara di tempat yang paling penting, yaitu tempat di mana kita mengeluarkan uang (yaitu film atau acara televisi)," seru wanita keturunan Puerto Rico itu.
Gina sebetulnya tidak sendirian. Ia bukan juga yang pertama atau pun yang paling berpengaruh dalam menggerakkan komunitas Latin untuk tujuan tertentu. Eva sudah lebih dulu melakukannya, melalui berbagai proyek yang ia gagas, seperti The Eva Longoria Foundation yang membantu wanita Latin di AS melalui program edukasi dan wirausaha. Yayasan ini bukan hanya membantu latinas usia sekolah dan kuliah untuk lulus dengan gemilang, tapi juga membantu mereka dengan pelatihan karier, mentorship, modal dan kesempatan.
Kesungguhan bintang keturunan Meksiko ini mengabdi pada komunitasnya juga terbukti ketika tahun 2013 ia mendapat gelar S2 jurusan kajian Latin dan ilmu politik. Tak hanya itu, sang 'alumni' Desperate Housewives ini juga menyuarakan aspirasinya melalui proyek televisi. Melalui serial Telenovela, Eva ingin karakter yang ia bawakan 'berbicara' kepada kaum hispanic di AS. "Karakter ini bintang besar, tapi dia merasa insecure sebagai latina karena tumbuh di keluarga yang tidak berbahasa Spanyol," ungkap Eva, yang juga tumbuh di tanpa didikan bahasa Spanyol di AS.
Sementara Sofia Vergara, bintang asal Kolombia yang populer berkat serial Modern Family, juga menjadikan televisi sebagai medium untuk menunjukkan karakter latina yang sesungguhnya. Berperan sebagai Gloria, seorang imigran Kolombia yang menikahi seorang pria Amerika tua dan kaya, Sofia sering dituduh memperburuk citra wanita Latin yang sering digambarkan kelewat seksi, berapi-api, dan sedikit gila. Tapi, Sofia justru berpendapat bahwa banyak latina yang memang seperti Gloria. Lagi pula, karakter ini justru terinspirasi dari ibu dan tante-tantenya.
"Umumnya, kami latinas memang punya banyak passion dan 'menggila' karena keluarga, suami, dan anak. Kami selalu ikut campur urusan orang lain karena kami menganggap mereka keluarga dan kami ingin membantu semua orang," jelasnya. (f)
Topic
#JaneTheVirgin