Dari analisis UNICEF, terungkap bahwa anak yang berisiko mengalami dampak dari perubahan iklim tersebut umumnya tinggal di daerah negara yang paling tidak mengalami 4 bencana iklim yang saling tumpang tindih. Bencana yang dimaksud, antara lain gelombang panas, banjir, dan kurangnya air bersih. Hal tersebut berpotensi mengancam kesejahteraan anak secara menyeluruh. Sayangnya, hampir setiap anak di dunia berisiko mengalami paling tidak satu bencana iklim.
Menurut data Indeks Risiko Iklim Anak (CCRI), ada 240 juta anak yang sangat rentan terhadap banjir pesisir, 330 juta anak sangat rentan menghadapi dampak banjir sungai, dan 920 juta anak sangat rentan mengalami kelangkaan air. Sejauh ini, ada 400 juta anak terpapar angin topan, 600 juta anak terpapar penyakit yang ditularkan lewat patogen dan parasit, 815 juta anak terpapar polusi timbal, dan 820 juta anak terpapar gelombang panas, dan 1 miliar anak terpapar polusi udara kotor. Angka-angka itu tidak bisa dipandang remeh.
Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF, menyebutkan, inilah untuk pertama kali badan tersebut mendapatkan gambaran yang menyeluruh terkait kondisi rentan anak terhadap dampak perubahan iklim. “Gambaran itu sangat mengerikan. Guncangan iklim dan lingkungan merusak hak anak dalam spectrum yang lengkap, mulai dari akses mendapatkan udara bersih, makanan, dan air bersih; serta atas pendidikan, perumahan, kebebasan dari eksploitasi, dan hak untuk bertahan hidup. Hampir tidak ada kehidupan anak yang tidak terpengaruh," katanya.
Henrietta mengungkapkan optimismenya bahwa kita masih punya waktu untuk melakukan sesuatu. Misalnya, meningkatkan akses anak terhadap sejumlah kebutuhan penting, seperti air dan kesehatan. Hal ini bisa membantu meningkatkan kemampuan mereka agar bisa bertahan dari bahaya yang kian mengancam.
Yuk, kita sama-sama bergerak untuk lebih peduli pada lingkungan! (f)
Baca Juga:
Rp29 Trilliun Dana Desa Digunakan untuk Program Sosial Ramah Anak dan Responsif Gender
Pola Konsumsi Masyarakat Pengaruhi Kelestarian Hutan dan Laut
Laporan Terbaru PBB: Perempuan Lebih Rentan Terdampak COVID-19
Topic
#perubahaniklim, #krisisiklim