Foto: MEI, Creativekorea.id
K-Festival yang akan berlangsung pada bulan Oktober nanti sekaligus merupakan perayaan bulan persahabatan Korea dan Indonesia. K-Festival akan berlangsung selama satu bulan, dari 30 September – 30 Oktober 2016, pada beberapa lokasi seperi Lotte Shopping Avenue, ICE BSD, Museum Fatahillah, Kota Kasablanka, Grand Indonesia, dan beberapa kota lain (untuk film festival), yaitu Surabaya, Bandung, Yogya, Tangerang, Bekasi.
Acara-acara yang akan berlangsung pada K-Festival kali ini antara lain K-Travel Festival oleh Korean Tourism Organization (KTO), K-Seafood Festival (Korea International Trade Association (KITA)), K-Contents Expo (Korea Creative Content Agency (KOCCA)), K-Food Festival (Korea Agro-Fishiers & Food Trade Corporation), Korea-Indonesia Taekwondo Festival, Pameran Instalasi (Seni) Korea-Indonesia, kolaborasi desainer Korea dan Indonesia di Jakarta Fashion Week, dan Korea-Indonesia Film Festival (KIFF).
Bedanya dengan K-Festival kali ini, berbagai organisasi dan lembaga dari pihak Korea Selatan akan menyelenggarakan acara selama satu waktu dalam K-Festival tersebut. Sedangkan, pada tahun-tahun sebelumnya, organisasi-organisasi tersebut mengadakan acara pada waktu yang berbeda-beda sepanjang tahun.
Penggabungan organisasi-organisasi penyelenggara ini sebagai upaya Korea Selatan untuk makin menarik minat wisatawan Indonesia guna berkunjung ke Negeri Ginseng tersebut. Apalagi, minat orang Indonesia untuk traveling ke Korea terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Tai-young, dalam acara konferensi pers K-Festival 2016, Selasa (20/9), di gedung Kedutaan Besar Korea Selatan. Berikut beberapa hal yang disampaikan Duta Besar kepada media terbatas seputar K-Festival.
Apa perbedaan K-Festival tahun ini dengan sebelumnya?
K-festival diadakan dengan tujuan agar orang Indonesia dapat melihat, menyentuh, dan memhami budaya Korea. Dengan begitu, K-festival menjadi kolaborasi dua arah, antara orang Indonesia dan budaya Korea, begitu juga sebaliknya.
Ada target khusus yang ingin dicapai dengan penyelenggaran K-festival tahun ini?
Acara K-festival tahun ini lebih komprehensif dan bervariasi. Diharapkan orang Indonesia dapat memahami budaya Korea lebih baik lagi. Di sisi lain, kita juga ingin orang Korea lebih memahami tentang orang Indonesia. Untuk hal tersebut, bisa sambil menonton Korea-Indonesia Film Festival.
Sejauh mana orang Korea menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata?
Indonesia adalah destinasi traveling yang populer bagi warga Korea. Setiap tahunnya, sekitar 200.000 orang Korea mengunjungi hanya Bali saja. Belakangan, malah orang-orang Korea mulai mengunjungi pulau-pulau lain di Indonesia, seperti Lombok, Papua, Ambon, Sulawesi.
Anda sendiri, senang berwisata ke daerah-daerah lain di Indonesia?
Saya suka Lombok dan Bali. Saya juga pernah mengunjungi Manado, Sulawesi Utara. Kota itu sangat fantastis. Lautnya indah!
Apa yang Anda suka dari Indonesia?
Bisa dibilang, saya adalah salah satu penggemar berat Indonesia, ha ha ha. Alamnya sangat indah. Saya sangat bahagia bisa bekerja sebagai duta besar di Indonesia. Saat ini, saya sedang belajar bahasa Indonesia. Belum terlalu lancar, karena kesibukan pekerjaan membuat saya tidak terlalu intensif belajar bahasa Indonesia setiap hari. Tapi, saya berusaha sebaik mungkin agar bisa berbahasa Indonesia.
Apa yang Anda lakukan untuk belajar bahasa Indonesia?
Selain belajar seperti biasa, saya juga mencoba menyanyikan lagu-lagunya. Saat ini saya sudah bisa menyanyikan 14 lagu berbahasa Indonesia tanpa teks. He he he. Contohnya saja, lagu Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Bengawan Solo, Jangan Menyerah, Sakitnya Tuh di Sini, Jangan Salah Menilaiku.
Terakhir, kembali ke K-Festival, apa tujuan besar dari acara tersebut?
Bukan hanya K-Festival diharapkan untuk meningkatkan tujuan wisata bagi orang Indonesia, tujuan utamanya adalah mengenalkan budaya Korea ke Indonesia, sehingga orang Indonesia akan bisa lebih memahami Korea. (f)
Topic
#eventkorea