Trending Topic
Jembatan Ambruk di Tol BSD Tambah Kemacetan

16 May 2016


Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro, @TimMarbun

Berita ambruknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di KM 8 Tol BSD pada hari Minggu malam, tepatnya 15 Mei 2016 pukul 22.14, yang muncul di akun Twitter TMC Polda Metro Jaya bikin heboh. Pasalnya jalur ini merupakan akses krusial bagi warga Serpong dan sekitarnya yang beraktivitas dari dan menuju Jakarta. Bila di hari-hari kerja ‘normal’ saja sudah cukup padat, maka dengan adanya hambatan ini bisa dipastikan kemacetan lalu lintas akan jadi makin parah.

Kejadian JPO ambruk tersebut bermula dari sebuah truk bermuatan crane yang melintasi ruas jalan Tol dari arah BSD menuju Serang, Banten. Tiba-tiba crane terangkat dan menyenggol JPO yang berada persis di pintu masuk rest area kilometer 7+200 sehingga akhirnya roboh. Dampaknya kedua arah Tol BSD dari Serpong menuju Jakarta dan sebaliknya terpaksa ditutup dan dialihkan sementara waktu. Arus lalu lintas ke arah Pondok Indah, Jakarta dari arah Serpong BSD dialihkan ke gerbang Tol Pondok Ranji, sementara kendaraan yang menuju Jakarta diarahkan lewat Bintaro.

Advertisement

 
Masih dari timeline TMC Polda Metro Jaya, proses evakuasi JPO ambruk sudah dimulai sejak pukul 23.00. Pukul 03.00 dini hari dua crane didatangkan khusus untuk mengangkut JPO tersebut. Namun, pagi ini sejumlah warga masih harus berjibaku dalam kemacetan karena proses pemindahan jembatan beton belum selesai. Seperti postingan Dina Nurdiana Said yang dikutip TMC Polda Metro Jaya, bahwa Jln. Ciater Pamulang-Bukit-Pertigaan Pasar Luak lalu lintas padat. Menurut tweet Lydia Sahertian, sejak pukul 07.30 Tol BSD arah Jakarta sudah dibuka contraflow (sistem lawan arus) bersamaan dengan crane yang berusaha mengangkat JPO. Sayangnya, pengerjaan tersebut belum juga selesai bahkan bakal molor lewat tengah hari seperti tweet Timothy Marbun.

Semoga bisa segera teratasi dan buat kita semua tetap semangat beraktivitas di hari Senin, ya! (f)
 
 


Topic

#kemacetan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?