Foto: data.bmkg.go.id
Kedalaman tersebut membuat gempa bumi ini digolongkan sebagai gempa bumi menengah dengan cakupan wilayah yang cukup luas. Berdasarkan data BMKG, guncangan dirasakan di daerah Solok, Painan, Muko-Muko, Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Limapuluh Kota, juga di daerah Bengkulu.
Foto: data.bmkg.go.id
Lokasi Indonesia yang rawan gempa serta tragedi tsunami Aceh tahun 2014 memang menimbulkan kewaspadaan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Begitu terasa goyangan gempa, sering kali timbul kepanikan dan rasa was-was terjadi hal-hal buruk. Musibah yang datang memang tidak bisa dihindari, namun kita bisa meminimalisasikan terjadinya cedera atau akibat lain yang tidak diinginkan dengan langkah-langkah berikut.
- Merunduk hingga menyentuh lantai, lalu cari perlindungan di bawah meja atau perabot lain yang kuat, dan tunggu hingga guncangan berhenti. Apabila tidak ada meja atau perabot untuk berlindung, lindungi kepala Anda dengan lengan kemudian merayap menuju tempat yang lebih aman.
- Jika hendak ke luar, keluarlah melalui tangga. Hindari penggunaan lift karena berisiko mati listrik.
- Jika sudah di luar ruang, cari tempat yang lapang. Hindari berada di bawah pohon, tembok bangunan atau tiang listrik.
- Jangan melintasi atau menggunakan jembatan penyeberangan karena berisiko roboh.
- Matikan kompor dan listrik untuk mencegah terjadi kebakaran.
- Senior Manager Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), Aksi Cepat Tanggap (ACT), Suko Rini, menyarankan agar ketika gempa terjadi, jangan panik dan terburu-buru keluar dari rumah. Rasakan terlebih dahulu apakah getaran gempa terasa kuat atau tidak. Bila getaran terasa ringan, tetaplah tinggal di dalam rumah dan lindungi diri Anda.
- Rini juga mengingatkan agar kita tidak bosan lakukan update gempa melalui media sosial atau media lainnya seperti TV dan radio. Langkah ini untuk mengetahui adanya gempa susulan dan potensi tsunami supaya kita lebih siap menghadapinya. (f)
Topic
#gempabumi