Jakarta Memiliki Angka Kasus Tertinggi
Laporan kasus ini juga menyoroti beberapa daerah dengan jumlah penderita GGAP yang cukup tinggi. “DKI Jakarta memiliki angka tertinggi yakni terjadi 57 kasus yang dilaporkan,” ujar dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Juru Bicara Kemenkes RI dalam Keterangan Pers Kementerian Kesehatan RI, 27 Oktober 2022 lalu.
Penyebab Selain Cemaran Sudah Disingkirkan
“Pada saat penelitian bersama IDAI, dari beberapa tahapan sudah menyingkirkan penyebab GGAP yang dicurigai karena infeksi, termasuk COVID-19 maupun long COVID-19. Baik tes laboratorium untuk menemukan kaitan COVID-19 maupun menemukan jejak infeksi COVID-19 (kemungkinan long COVID-19) tidak didapatkan virus maupun riwayat terkena COVID-19 pada pasien GGAP,” tegas Syahril menjelaskan kembali hasil penelitian dengan pendekatan patologis.
Pada saat WHO (World Health Organization) merilis 75 kasus GGA di Gambia, Afrika, sekitar 5 Oktober lalu, Kementrian Kesehatan mengubah arah penelitian mencari adanya bahan cemaran obat. “Setelah dilakukan tes urine dan darah, juga memastikan dengan biopsi, ternyata memang ada kerusakan akibat kristal oksalat yang merupakan hasil dari cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Kristal ini cukup tajam dan dapat merusak ginjal. Sehingga pada tanggal 18 Oktober lalu, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran untuk menghentikan penggunaan obat sirup kepada seluruh Dinas Kesehatan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan,” papar dokter Syahril.
Upayakan Antidotum dari Berbagai Negara
Selain dari negara Singapura, juga datang 16 vial antidotum Fomepizole dari Australia pada 22 Oktober lalu dan telah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit diantaranya RS M. Djamil Padang, RS Soetomo Surabaya, RS Adam Malik medan, dan RS Zainul Abidin Aceh.
Tidak hanya itu, dari hasil diplomasi bilateral dengan Kanada saat Pertemuan Menteri Kesehatan Negara G20, Indonesia juga mendapatkan donasi dari Takeda (Jepang) berupa 200 vial antidotum Fomepizole yang akan tiba dalam minggu depan. (f)
Baca Juga:
Cermati! Ini Daftar Obat Sirup Hasil Uji BPOM RI
BPOM Resmi Umumkan 5 Obat Sirup Anak yang Ditarik dari Peredaran Diduga Terkait Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak
Pemerintah Batasi Penggunaan Obat Sirup dan Cair Sementara, Serta Kaitan Dengan Covid-19 dalam Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal Pada Anak
Laili Damayanti