Foto: Facebook, Pixabay
Bukan hanya di Indonesia, keresahan serupa terjadi juga di dunia internasional. Dengan pengguna mencapai 1,8 triliun akun, Facebook menjadi media yang ‘panas’ untuk menyebarkan hoax. Tuduhan penyebar berita palsu ini gencar ditujukan pada Facebook pada kampanye pemilihan presiden AS tahun ini. Bahkan, Facebook dianggap sebagai satu faktor yang menyebabkan Donald Trump menang. Menanggapi hal tersebut, pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang selama ini jarang bersuara, posting pernyataan mengenai berita palsu pada Sabtu (19/11/2016) lalu.
“Masalahnya sangat kompleks, secara teknis dan filosofis. Kami (Facebook) ingin memberikan setiap orang kebebasan bersuara dan berekspresi apa pun ingin mereka share. Kami juga tidak memaksakan kebenaran oleh kami saja, melainkan menggantungkannya kepada masyarakat dan pihak ketiga yang terpercaya,” kata Mark.
Namun, diakui juga oleh Mark, Facebook tidak akan membiarkan berita atau opini bohong menyebar begitu saja. Facebook menangani serius masalah kekeliruan informasi. Ini sejalan dengan tujuan facebook untuk saling menghubungkan satu sama lain dengan cerita yang bermakna dan informasi yang akurat. Untuk itu, Mark menyebutkan beberapa poin yang sedang dilakukan Facebook untuk menangkal berita palsu, yaitu:
- Memperkuat pendeteksian atau kemampuan Facebook untuk mengklasifikasi informasi (memisahkan berita yang salah atau benar).
- Memudahkan masyarakat melaporkan berita-berita palsu sehingga membantu Facebook membersihkan kekeliruan informasi dengan cepat.
- Verifikasi oleh pihak ketiga.
- Membuat tanda peringatan apabila suatu berita berpotensi hoax.
- Mencoba menampilkan artikel terkait yang berkualitas.
- Facebook akan bekerja sama dengan jurnalis dan pelaku industri media (berita) sebagai pemberi saran mengenai sahnya sebuah berita.
Sementara Facebook sedang memperkuat sistemnya untuk melawan berita-berita palsu, Anda sebenarnya bisa melaporkan kepada Facebook apabila suatu berita diperkirakan palsu. Begini caranya:
1. Ketika melihat sebuah status (berita) di Facebook yang dianggap hoax, klik tombol ‘v’ di sudut kanan atas kolom status (berita) tersebut.
2. Pada menu yang muncul, pilih “Report post.”
3. Lalu pilih, “I think it shouldn’t be on Facebook.”
4. Pilih, “It’s a false news story.”
5. Dengan cara tersebut, Anda berarti telah meminta bantuan Facebook untuk menghentikan penyebaran berita tersebut. Anda lalu diberi pilihan untuk menyembunyikan semua post dari pemilik akun bersangkutan atau block mereka secara permanen.
Yang tidak kalah penting, baca link atau postingan yang ada sebelum Anda membagikan atau menyukainya. Tanyakan pada diri Anda:
- Apakah informasi yang diberikan pada link atau postingan tersebut valid, didukung oleh data dan sumber-sumber yang kredibel?
- Apakah situs-situs lain juga memercayai postingan tersebut?
- Apakah Anda pernah melihat sumber/situs tersebut?
Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi dengan segala kemudahan yang ia berikan, semuanya kembali pada manusia sebagai penggunanya.(f)
Baca juga:
- Melakukan Kesalahan Perhitungan Video Views, Facebook Minta Maaf
- Secret Conversation, Fitur Baru Facebook Messenger yang Bisa Menghapus Pesan Setelah 5 Detik Terbaca
- Marketplace, Tempat Jual Beli Online Baru di Facebook Sambil Manfaatkan Pertemanan
Topic
#facebook