Foto: Dok. Dyson
“Apa yang kalian rasakan?” pecah suara Phey Hong Soh, Dyson Design Engineer, membuka acara peluncuran Dyson Pure Cool Link secara global di Singapura, pada 20-22 Juni lalu. Dalam ruang gelap dan tertutup rapat, ada sekitar 10 kipas angin pembersih udara merek Dyson aktif menyala, namun tidak terdengar sedikit pun deru ‘nafasnya’.
Belum sempat ada yang menjawab, Phey meyakinkan kami sedang berada dalam ruangan higienis yang bersih dari segala partikel jahat. “Inilah teknologi terbaru Dyson dalam bentuk kipas angin, yang bekerja menangkap polutan dan alergen di ruangan ini,” ucapnya memperkenalkan kecanggihan home appliance asal Inggris.
Polusi Dalam Ruang Lebih Jahat
Menurut data the Enviromental Health Program dari the World Health Organization (WHO) di Indonesia, polusi udara saat ini telah banyak menyebabkan kematian manusia setiap tahunnya. Namun yang mencengangkan adalah polusi udara di dalam ruanganlah yang paling banyak merenggut nyawa sebesar 4,3 juta jiwa dibandingkan polusi udara di luar ruangan yang memakan korban lebih kecil; 3,7 juta jiwa.
Sungguh mengejutkan, apalagi Allergy Cosmos, sebuah situs hidup sehat yang meneliti polusi udara mendata bahwa sekitar 90% manusia memilih menghabiskan waktunya di dalam ruangan ketimbang di luar ruangan. “Penyebabnya karena kemacetan lalu lintas, udara panas, tingkat kelembaban, dan polusi yang membuat orang memilih diam di dalam ruangan dan menutup rapat semua jendela,” tambahnya.
Padahal dalam ruang tertutup itulah polutan yang ada tidak bisa lari kemana-mana dan lima kali lebih jahat dibandingkan di luar ruangan. Mulai dari yang terlihat seperti asap, hingga partikel yang kasat mata karena diameter ukurannya hanya 2,5 dan 0,1 mickrometer (PM2.5, PM0.1). Partikel yang tak terlihat atau disebut ultrafine particles ini membawa risiko kesehatan paling besar karena saat terisap hidung dapat mengendap dalam paru-paru.
Polutan maupun zat asing yang bisa memproduksi reaksi alergi dalam rumah biasanya datang dari asap makanan, rokok, dupa bakaran, kulit manusia, bulu binatang peliharaan, debu, emisi mesin elektronik, deodorant, hingga cairan pembersih yang mengandung formalin serta amonia. Belum lagi debu dan kotoran dari luar yang masuk ke dalam ruang, semakin memperburuk kualitas udara.
Polutan terutama ultrafine particles ini bisa menyebabkan asma maupun gangguan pernapasan lainnya. Sementara, kalau dibersihkan dengan vacum cleaner saja tidak cukup. “Sebagai solusi, para tenaga ahli Dyson membuat kipas angin pembersih udara yang dikombinasikan dengan software. Selain mudah pengoperasiannya, kualitas hidup anggota rumah bisa selalu terjaga,” tambah Phey.
Dyson tipe Desk cocok untuk ruangan yang lebih kecil.
Teknologi Aplikasi Pembersih Udara
Dengan nama Dyson Pure Cool᷊ Link, kipas angin pembersih udara tidak hanya memberikan indikasi kualitas udara di dalam ruangan, namun secara otomatis menangkap polutan yang terdeteksi. Kecanggihan teknologinya juga mampu melaporkan langsung kualitas udara baik di dalam maupun luar ruangan melalui Dyson Link App. “Teknologi pembersih udara ini membuat yang tidak terlihat menjadi tampak, hanya dengan sekali ketukan jari,” tambahnya.
Untuk melihat langsung cara pembuatan mesin, sistem kerja, dan pengetesan udara, kami berangkat dengan mobil bus mini menuju Dyson Operations Pte.Ltd. Di sana, kami diajak berkeliling mulai dari ruang pengetesan suara yang membuat kipas angin benar-benar tidak berbunyi sama sekali meski berputar, ruang tes asap yang membuktikan kadar higienis ruang sebelum dan sesudah kipas pembersih udara dinyalakan, ruang standardisasi keamanan mesin, dan beberapa ruang lainnya.
Dalam acara kunjungan ke pabrik pembuatan tersebut, saya juga berkesempatan mewawancarai Dominic Mason, Head of Category for Environmental Control secara eksklusif. Ia menjelaskan dalam ruangan tertutup Dyson air purifier mampu menangkap bakteri sejauh 15 meter persegi dengan durasi sekitar 13 menit. “Jika tidak terlalu kotor maka lebih cepat lagi mesin bekerja,” ucapnya.
Dengan memakan daya hanya 56 watt, mesin diciptakan dengan tampilan desain yang ramping dan modern, dengan dua tipe yaitu tower dan desk. Tipe tower didesain lebih tinggi agar bisa menjangkau bakteri di area yang luas dengan penempatan di lantai. Sementara tipe desk cocok ditaruh di atas meja untuk ruangan yang lebih kecil.
Filter menangkap segala jenis polutan dan bisa diganti setahun sekali.
Yang mengesankan dari teknologi ini adalah fungsi ganda yang dimiliki. Yaitu sebagai kipas angin yang didesain tanpa baling-baling sehingga aman dan adanya Glass HEPA filter 360 derajat yang bisa menangkap 99,95% alergen serta polutan di udara.
Dyson Pure Cool Link mudah dioperasikan dengan menggunakan aplikasi mobile phone.
Sementara sistem pengoperasiannya diatur dengan menggunakan aplikasi mobile phone. “Selain praktis, kita bisa memantau tingkat kebersihan rumah meski dari jarak jauh sekalipun. Jika polusi dalam ruang rumah cukup tinggi maka mesin bisa dioperasikan hanya dengan memencet tombol aplikasinya,” ucap Dominic.
Untuk harga, tipe tower dibanderol Rp11.999.000, dan tipe desk Rp9.999.000. Sementara perawatannya sangat mudah, yaitu tinggal mengganti Glass HEPA filter-nya saja yang umumnya bisa setahun sekali, tergantung tingkat pemakaian. Di Jakarta pembelian filter tersedia di Dyson Store, Pacific Place. (f)
Topic
#polusi