Tahun ini, Hari Perempuan Internasional dirayakan dalam acara meriah #SHElebration pada 12 Maret 2025, berkolaborasi dengan Tobatenun dan Indonesia Tourism Investor Club (ITIC).
Diselenggarakan di Sekar Jagad, Balai Kartini, Jakarta, acara ini menampilkan kisah inspiratif dari dua perempuan hebat; Melvi Tampubolon, COO dan Partner Tobatenun, dan Olivia Putihrai, Co-Founder Indonesia Tourism Investor Club.
Perayaan yang mengundang komunitas Femina lintas generasi ini diisi dengan talk show bertema Pemberdayaan Perempuan Toba Melalui Tenun dan Pariwisata, serta trunk show koleksi terbaru Tobatenun, yang dilengkapi sesi styling bersama Chief Brand Officer Femina, Zornia Harisantoso.
Membuka acara, Zornia menegaskan bahwa acara #SHElebration juga merupakan perwujudan wara jenama atau tagline Femina: Berdaya, Bergaya, Berbudaya.
"#SHElebration merayakan perempuan, khususnya perempuan Toba penenun ulos. Lewat acara ini, kita bisa mengenal lebih dekat bagaimana tenun Batak jadi rangkaian outfit yang relevan dengan zaman, serta bagaimana hal ini bisa mendukung pariwisata," ujar Zornia.
Memberdayakan perempuan melalui tenun dan pariwisata
Pada sesi talk show, baik Melvi maupun Olivia sama-sama menyoroti peran dan masa depan para perempuan Toba. Dari sudut pandang Melvi, perempuan Toba memiliki daya tarik spesial karena di balik setiap helai tenun yang dihasilkan, tersimpan kisah ketangguhan dan kreativitas perempuan Toba.Tobatenun yang telah hadir sejak tahun 2018 itu telah berkontribusi mendukung pemberdayaan perempuan Toba dengan memberikan keterampilan teknis; seperti padu padan warna, menyusun motif, menenun sampai revitalisasi, juga pendampingan holistik untuk perempuan penenun yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Salah satu kisah inspiratif dari perempuan penenun Toba adalah kisah Flora, seorang penenun dari Tarutung, yang menciptakan motif-motif tenun baru yang sangat diterima pasar. Keberhasilannya membuat Flora mampu menempuh pendidikan tinggi.
Demikian pula dengan sekelompok penenun dari kampung Meat mengembangkan motif non-seremonial, membuat tekstil mereka lebih serbaguna dan menarik bagi khalayak lebih luas. Dari inovasi ini, salah satu pendiri kelompok tersebut mampu meningkatkan penghidupan keluarganya, membangun rumah yang lebih baik, dan menyekolahkan anaknya.
"Saat ini proyek terbaru dari Tobatenun adalah melibatkan kolaborasi dengan Rumah Faye, sebuah LSM yang menyediakan rumah aman bagi para penyintas kekerasan seksual dan perdagangan manusia. Di sana kami mengajarkan keterampilan crochet, dan kreasi mereka dipadukan dengan tekstil tenun Tobatenun menghasilkan karya unik dan bermakna," ungkap Melvi, yang mengaku bangga sekaligus merinding ketika membayangkan kisah ketahanan, harapan, penyembuhan emosional di balik produk crochet tersebut.
Peran perempuan memajukan pariwisata Toba
Tak beda jauh dari Melvi, Olivia juga menyoroti peran penting perempuan dalam sektor pariwisata Toba. Ia menekankan perlunya menciptakan lapangan kerja lokal dan memberikan pelatihan, misalnya di bidang perhotelan, untuk memberdayakan perempuan di wilayah tersebut. ITIC mendukung upaya ini dengan menawarkan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang di bidang pariwisata."Saya melihat dari sisi craftsmanship, perempuan Toba ini dari tenun bisa menjadi identitas dari produk hospitality. Dari situ, kita bisa membuat konsep tenun menjadi konsep hotel. ITIC mendukung memberdayakan perempuan dengan mencoba menciptakan lapangan kerja dan mempekerjakan para perempuan," kata Olivia.
Masih menurut Olivia, pentingnya pemasaran dan eksposur internasional juga berdampak bagi para penenun Toba. "Para perempuan perajin tenun ini butuh pemasaran dan eksposur ke luar negeri," Olivia menambahkan, sambil menekankan pentingnya masyarakat Indonesia mendukung produk lokal dengan mengenakan, mempromosikan, dan memperkenalkan produk-produk pariwisata Indonesia kepada khalayak global.
ITIC sendiri mempunyai beberapa proyek pariwisata baru yang sedang digarap di kawasan Toba dan sekitarnya. Ke depannya, Olivia juga berharap proyek-proyek ini nantinya bisa memberdayakan lebih banyak lagi para perempuan Toba.
Padu padan untuk Hari Raya
Koleksi Hari Raya Tobetenun bertajuk Jemari menghiasi acara #SHElebration, diselingi sesi styling bersama Zornia dan Melvi.Zornia memberi tip padu padan dalam koleksi Jemari sebagai inspirasi Hari Gaya. Koleksi yang didominasi palet warna bumi ini memakai pewarnaan alami, menghadirkan warna-warna yang lembut dan cukup versatile untuk saling dipadupadankan; siluetnya pun termasuk ramah untuk pencinta modest fashion.
Sementara Melvi menjelaskan filosofi di balik setiap motif tenun Batak yang telah dimodifikasi oleh Tobatenun untuk tampilan modern.
"Setiap motif yang kami tampilkan mengandung doa dan harapan, serta memberikan makna tersendiri," ujar Melvi, sambil memberi contoh tentang motif singa yang melambangkan kekuatan perempuan yang memakai busana bermotif tersebut.Dengan memadukan kain ini ke dalam mode modern, pemakainya dapat membawa serta kisah-kisah penuh makna ini dalam kehidupan sehari-hari.
Ditutup acara doorprize dari Tobatenun dan buka puasa bersama, #SHElebration terus berlanjut dengan kemeriahan membangun jejaring dari komunitas Femina; plus ngobrol seru ketika tahu bahwa lingkaran pergaulan mereka saling sambung. Terlihat Alumni Wajah Femina juga hadir, yaitu Lia Candrasari (Finalis WF 2000), Advina Ratnaningsih (Finalis WF 2005), Putri Ayudya (Finalis WF 2008), dan Sere Kalina (Pemenang II & Pemenang Favorit WF 2012).
Benar-benar perhelatan yang sangat mendukung upaya pemberdayaan perempuan. Selalu kita dukung perempuan dukung perempuan demi masa depan perempuan Indonesia yang lebih baik!
Baca juga:
Laporan Women in Business 2025, Kesenjangan Gender Masih Tinggi
Femina Rayakan Hari Perempuan Internasional 2025 Lewat SHElebration
OMG Communication Memberikan Penghargaan kepada Ibu Tangguh Indonesia
Laili Damayanti
Topic
#SHElebration, #Tobatenun, #IndonesiaTourismInvestorClub, #HariPerempuanInternasional2025, #ramadan